November 26, 2012

Membaca sejarah tanpa prasangka

Kita dan sejarah adalah saling terhubung dengan sangat erat,dan hampir-hampir kita tak mengetahui tentang identitas kita, jika sejarah tak dapat  di ketahui dan di jelaskan. Sejarah adalah kumpulan peristiwa dan kejadian yang di ingat, ditulis dan bicarakan yang terjadi di masa lalu, sebuah pengertian formal dan umum tentang pengertian sejarah,  dengan pengertian itu saya rasa kita bisa mengetahui dengan lebih jelas dengan apa yang di maksud dengan sejarah.

Saya di sini tak ingin membahas sejarah dalam sudut pandang akademis dengan teori yang bejibun, karena saya memang bukan akademisi dan tak punya kapasitas untuk itu, tapi lebih pada  perspektif  orang awam memahami suatu  peristiwa sejarah. Ada yang mengatakan bahwa sejarah adalah milik penguasa (yang berkuasa), dan penguasalah yang memberi warna  pada  banyak peristwa-peristiwa sejarah, di pungkiri atau tidak, memang seperti itu yang terjadi.

Kita mungkin masih teringat bagaimana rezim soeharto membuat sejarah sendiri bagi kekuasaannya, sehingga belang dan cela hampir-hampir tak terlihat, karena dengan kekuasaan yang di milikinya mampu membuat rekaan  sejarah yang ia semai sendiri seperti yang di kehendakinya, sehingga ketika ia tak memegang kekuasaan lagi, maka borok-broknya muncul satu persatu. Di tangannya yang otoriter, ternyata mencatat prestasi yang mungkin tak bisa di lupakan begitu saja, bahkan banyak masyarakat yang merindukan masa-masa ketika berkuasa,. Dalam hal ini, bahwa di balik tangan besinya dia juga berhasil dan berbuat banyak hal, yang sebagian masyarakat di anggap sebagai hal-hal yang baik. Walaupun memang ia banyak menbuat hal-hal yang kontroversi di masa ia memegang tampuk kekuasaan, tapi itu bukan berarti bahwa kita harus memandangnya tanpa mempedulikan kebaikan yang ia telah perbuat.

Sama hal-hal jika kita mencoba membaca sejarah Islam yang panjang dan penuh warna putih dan putih, yang menyajikan suatu rangkaian peristiwa, yang  kita lihat dengan cara berbeda untuk setiap peristiwa Sejarah peradaban islam adalah sejarah yang kaya dengan peristiwa, yang kurang lebih sama dengan apa  yang kita lihat sekarang, sebagai kisah manusia, yang tentunya di iringi intrik, heroism,  belas kasih, balas dendam, perjuangan, keikhlasan, penyelewengan serta kebaikan. Setiap babak sejarah selalu meyajiakan warna yang berbeda antara kurun waktu yang berbeda pula. Ada banyak peristiwa sejarah yang di dorong oleh kepahlawanan. Intrik kotor, dan semua kisah tentang manusia dengan perangai baik dan buruk.Hal itu mungkin kita bisa pahami,  bahwa  kita membaca sejarah dan kisah manusia sebelum kita.

Sebuah kisah yang mungkin dekat dengan kita,  karena beragam hal (Fiqih, mazhab, Aliran, politis, kepahlawanan, atau keteladanan). Akan tetapi hal tersebut tak seharusnya menjadikan kita melihatnya dengan penuh prasangka dan dugaan. Walapun  memang sebuah peristiwa sejarah memang cenderung/rentan  untuk di salahpahami, karena system transmisi dan penyampaian yang bisa saja mengalami bias hingga sampai kepada kita.

Jadi apalah jadinya jika kita membaca sejarah dengan penuh prasangka tanpa mempertimbangkan kandungan kebenaran dari setiap penafsiran sejarah yang ada.  Sedangkan apa yang di pahami  dari sejarah tersebut bisa saja berbeda dengan fakta sejarah sesungguhnya, dan kita tak mungkin melakukan konfirmasi fisisk atas peristiwa tersebut.

Saya pribadi tak terlalu respect jika kita melihat sejarah dalam perspektif kontradiksi dan prasangka, sehingga cenderung menilai aktor dan peristiwa dengan sangat subyektif, sehingga memungkinkan prasangka-prasangka kita sebelumnya menjadi sebuah kesimpulan tanpa kompromi. Mungkin dibutuhkan suatu cara yang lebih bijaksana dalam menilai peristiwa dan aktor sejarah yang kita baca. Apalagi jika kita mempunyai pandangan yang begitu berbeda dalam melihat satu peristiwa.  Memang sebagian pemaknaan yang kita miliki berasal dari suatu peritiwa sejarah, bahkan memberikan kekuatan bagi keyakinan kita. Dan itu juga berlaku bagi yang lain.

Sejarah adalah sejarah , rangkain kronologis dari sebuah peristiwa masa lalu yang tak mungkin bisa kita  rubah. Kita mempunyai sejarah sendiri, yang sedang kita tulis saat ini, jangan hanya karena peristiwa sejarah yang kita pahami dengan cara berbeda dengan orang lain, melahirkan perulangan sejarah kelam masa lalu dalam kehidupan kita sekarang, tentunya bukan itu yang kita inginkan dari pembacaan sejarah yang kita lakukan. Ibrah, kebijaksanaan, keteladanan dan cara membina hubungan yang baik dengan sesamalah  yang harusnya kita tekankan dalam pembacaan sejarah.

Sumber gambar :
http://merahitam.com/sejarah-islam-jaman-nabi-muhammad.html
http://beta.arrahmah.com/2012/08/04/mutiara-hikmah-dari-panggung-sejarah-islam-16-sang-pengantin-yang-memilih-medan-jihad-daripada-jabatan/

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Membaca sejarah tanpa prasangka ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari November 26, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Membaca sejarah tanpa prasangka Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email