September 09, 2012

Waktu & Perhatian

Suatu ketika seorang ayah pulang ke rumah larut malam. Ia sangat letih karena baru saja menyelesaikan pekerjaan yang sangat berat pada hari itu. Setelah mandi dan makan, ia segera menuju ke kamarnya untuk melepas lelah.

Pada waktu berjalan, dari sudut matanya ia melihat anaknya yang berusia 6 tahun berdiri dengan takut-takut menghadapnya.

“Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?” si anak bertanya sambil mengedipkan matanya  yang bulat bening.

“ Ya tentu saja. Apa yang ingin kau tanyakan?” jawab sang ayah.
“ Ayah, berapa uang yang ayah dapatkan dalam satu jam?” Tanya si anak dengan polos..
“ itu bukan urusanmu, kenapa kau tanyakan hal tersebut?” Jawab sang ayah dengan marah.
“ aku hanya ingin tahu, berapa uang yang  ayah terima?” Tanya si ayah setengah memelas.
“ Baiklah, jika kau ingin tahu, ayah menerima 20 ribu per jam.”
“ Oh begitu,” kata si anak. Kemudian ia menyambung dengan memelas, “Ayah, bolehkah aku pinjam 10 ribu?”

Lalu dengan marah si ayah berkata,” jika kau ingin tahu berapa uang yang ayah terima untuk dapat kau pinjam dan kemudian membeli mainan tak berguna, maka sekarang cepatlah masuk ke dalam kamar dan tidur. Tidakkah kau berpikir bahwa kau egois? 

Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari dan tidak punya waktu  untuk membeli mainan  anak-anak.”

Dengan sedih si anak lalu menunduk, kemudian dengan perlahan berbalik, masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Ia menahan agar air matanya tidak jatuh mengalir.

Sang ayah duduk dan semakin marah. Ia berpikir bahwa betapa egois anaknya yang menayakan penghasilannya hanya untuk mendapatkan uang.

Sekitar satu jam kemudian, sang ayah mulai tenang dan mulai berpikir bahwa ia mungkin telah bertindak terlalu keras terhadap anaknya. Mungkin anaknya ingin membeli sesuatu dengan uang 10 dolar tersebut. Anaknya sangat jarang meminta uang. Dan iapun segera menghampiri kamar anaknya dan masuk ke dalam.

“ Sudah tidur, Anakku?” sang ayah bertanya.
“ Saya belum tidur, Ayah.”jawab si anak.
“ Ayah berpikir, mungkin ayah tadi telah bertindak terlalu keras terhadap kamu. Ini uang 10  ribu yang kamu minta, “kata sang ayah sambil berusaha tersenyum.

Sang anak pun bangun dan menyalakan lampu.”terima kasih , Ayah!” jawab si anak dengan berteriak gembira.
      
Si anak kemudian mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata adalah uang. Ketika melihat si anak telah mempunyai uang, emosi sang ayah kembali jadi naik. Ia hendak marah. Sang anak lalu menggabungkan uangnya, kemudian menatap ayahnya.

“ Kau sudah mempunyai uang, tetapi kenapa meminta lagi?” gerutu ayahnya. 
“ Karena belum cukup, tetapi sekarang aku telah mempunyai cukup uang,” jawab si anak. 
“ Ayah, aku punya uang 10 ribu sekarang. Bolehkah aku membeli satu jam waktumu?” kata si anak.

Renungan:
Kadang kala kita terlena dengan kehidupan kita sendiri, di mana kita bekerja untuk keluarga kita, tetapi kadang-kadang kita lupa bahwa selain uang, mereka juga membutuhkan waktu dan perhatian kita.

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Waktu & Perhatian ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 09, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Waktu & Perhatian Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email