August 09, 2012

Secepat angin, dia berlalu..

Apakah yang kita lakukan hari, kemarin , lusa dan hari  esok, apakah ia sudah berkualitas baik, lebih baik, atau lebih buruk..??Mungkin begitulah pertanyaan yang menyelidik tentang diri dan prilaku kita seiring berjalannya waktu, yang semakin hari, semakin tak terasa jauhnya meninggalkan garis star kehidupan pertama kali kita, menuju garis finis, yang kita tak tahu apakah kita sampai pada garis itu sebagai juara, atau sebagai pecundang yang tak mendapatkan medali apa-apa. Kalau kita bertanya seperti itu berarti kita masih menyadari bahwa kita bisa memaksimalkan kehidupan yang tersisa, tanpa perlu menunggu wejangan orang lain.

Tak terlalu susah untuk mendapat wejangan tentang pernik-pernak kehidupan, tak tempat dan alasan untuk mengatakan aku tak tahu, dan tak ada yang memberi tahuku hal-hal yang perlu saya pahami. Kita selalu berada pada dunia yang selalu meyiapkan segala halnya, yang hanya membutuhkan kemauan untuk mendapatkan dan memilikinya. Tak ada yang perlu kita sesalkan jika kita sudah melakukan  yang seharusnya kita lakukan. 

Sudah seharusnya kita, sepanjang hidup kita melakukan koreksi, evaluasi terhadap perbuatan dan pemahaman kita. Hal seperti itu sudah menjadi bagian integral dari orang-orang yang sukses, dan orang-orang yang memberi arti kehidupan bagi orang lain dan dirinya. Ada beberapa hal mengapa orang itu selalu melakaukannya, salah satu diantara, dengan melakukan evaluasi dan koreksi terhadap pemahaman dan tindakan kita, manusia bukanlah mahluk sempurna, ia sering khilaf dalam pemahaman dan prilakunya, mungkin ia terburu-buru, ada kepentingan sesaat, atau bias-bias yang di sebabkan oleh orang lain atau lingkungan, sehingga kemungkinan ia melenceng dari keadaan  ideal sangat memungkinkan, sehingga evaluasi/koreksi menjadi suatu keharusan, untuk mendapatkan kondisi ideal yang di yakini.

Prinsip-prinsip seperti  tidak  hanya di miliki oleh orang-orang dalam suatu agama tertentu, akan tetapi suatu prinsip universal yang  di miliki oleh setiap manusia, jika ia menggunakan fitrah dan potensi yang ada pada dirinya. Perinsip seperti ini juga bukan menopoly individu untuk memperbaiki kualitas diri menjadi lebih baik, hampir semua mempergunakannya, dari negara, lembaga penelitian, organisasi, atau ormas. Dalam level individu dalam Islam biasa di sebagai perinsip muhasabah, yang juga di jalankan secara ketat oleh para Nabi, Alim, fuqaha dan cerdik cendikia dalam sejarah Islam.  Di mana di ceritakan seorang ulama selalu bermuhasabah setiap dia mau tidur di malam harinya, dengan melakukan intropeksi, evaluasi dan koreksi terhadap pemahaman dan tindakannya selama sehari itu. Walaupun kita tahu bahwa orang yang ketat melakukan laku seperti ini adalah para  Nabi, cerdik pandai, orang-orang alim para salaf, yang kehidupan kesehariannya sangat teratur dan sesuai dengan ajaran Islam dan prinsip universal, tapi mereka toh selalu melakukannya, mereka sepenuhnya meyakini salah prinsip mulia yang menyatakan bahwa hari hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebuh baik dari hari ini, dan lusa haerus lebih baik dari esok.

Bagaimanakah kita ini..??
Menyepelekan, mungkin itu yang sering kita lakukan, kita tidak terlalu memahami kondisi atau masalah yang melingkupinya, serta dampak-dampaknya, sehingga seseorang menganggap enteng/menyepelekan sesuatu itu, dalam konteks ini adalah muhasabah (terminologi Islam). Bagaimanapun menjadi lebih baik bagian yang selalu diharapkan/diinginkan oleh hampir setiap orang, tapi tidak selalu di harapkan dalam perbuatan dan tindakan, sehingga harapan/keinginan tersebut, hanya sampai pada tahap idealisasi.

Ada usaha yang harus dilakukan untuk memperjuangkan, ada harga yang harus dibayar dalam mendapatkan sesuatu, ada kerja keras yang dilakukan secara konsisten, ada kesabaran yang dibutuhkan, ada pemahaman yang baik yang harus dicapai, jika kita benar-benar menginginkan apa yang menjadi cita-cita.

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Secepat angin, dia berlalu.. ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari August 09, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Secepat angin, dia berlalu.. Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email