August 10, 2012

Sekarang dan Kepemimpinan


Source
Ada yang beranggapan bahwa kita sedang dalam krisis kepemimpinan, anggapan-anggapan itu tak sepenuhnya salah, jika kita ada yang mengatakan seperti itu,  bahwa kemajuan tak lepas dari seorang pemimpin yang sanggup memotivasi orang-orang yang di pinpinannya untuk bertindak sesuai apa yang di inginkan sang pemimpin, tentunya kualitas itu harus menjadi syarat mutlak, jika seseorang ingin menjadi seorang pemimpin.

Ada banyak  tipe pemimpin yang biasa kita saksikan, pemimpin partai, pemimpin ormas, pemimpinan demonstran, ada kesamaan yang bisa kita lihat dari pemimpin itu, mereka memotivasi orang-orang di bawahnya untuk ikut dengan apa yang di inginkan dan loyal pada tujuan tertentu.
Bentuk dan tipe pemimpin seperti itu memang berguna, tapi tidak tidak cukup bila orang-orang yang kita pimpin punya tingkat kompleksitas yang tinggi atau heterogen, karena kita membutuhkan kemampuan leadership  berbeda jika skala juga berbeda. Karena jika kemampuan itu di terapkan maka akan mengakibatkan kesenjangan dan ketidakadilan, karena kualitas yang tidak memadai untuk memimpin pada kelompok yang lebih luas dengan tingkat keberagaman yang begitu kompleks.

Ada yang mengungkapkan bahwa kemampuan memimpin/kepemimpinan merupakan pemberian yang hanya di peruntukan untuk-untuk orang terpilh, semacam takdir yang  sudah melekat pada diri seseorang semenjak kelahirannya di dunia. Sebuah perandaian yang bisa dibilang kaku, karena potensi itu ada pada manusia, Cuma sebagian orang bisa memaksimalkan kemampuan-kemampuan bawaaan yang mereka miliki, seperti kata Rasullah, semua adalah pemimpin, dansetiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang di pimp-innya. Sebuah isyarat bahwa kemampuan memimpin bukanlah hal yang terberi,  tetapi melalui proses yang lama dan terencana dengan memaksimalkan kemampuan-kemampuan yang ada secara potensial.

Kalau kita mau jujur, proses kaderisasi pemimpin di negara kita, cenderung lambat dan lamban, karena hanya satu jalan formal untuk memproklamirkan calon-calon pemimpin muda, yaitu melalui jalur partai politik, dimana calon itu harus punya kemampuan finansial untuk tampil sebagai pemimpin masa depan, bukan karena kemampuan/kecakapannya yang dimlikinya, dan mereka harus punya loyalitas pada partai yang diusungnya, bila kemudian ia  terpilih untuk tampil dalam gelanggang politik nasionla. Memang ironis melahirkan pemimpin dari jalur partai politik, karena loyalitas yang di lekatkan bukan pada bagaimana mensejahterahkan rakyat, tapi bagaimana menghidupi dan loyal pada partai yang mengusungnya. Menjadi pemimpin-pemimpin ideal yang punya rasa kebangsaan dan mengedapankan kepentingan orang banyak sangat susah, karena partai di koooptasi oleh kapital, dan seseorang harus berinvestasi dulu untuk bisa muncul dari jalur kepartaian sebagai seorang kader pemimpin nasional, juga karena keenganan, keegoisan serta sifat rakus pemimpin tua pada kekuasaan.

Tak muda melahirkan pemimpin ideal, jika sistem politik kita masih seperti itu, ada beragam kendala untuk menjadi batu  sandungan, mestinya kita sadar bahwa bisa menjadi bangsa yang besar dengan pemimpin yang besar pula, karena setiap kita punya tanggung jawab bagi masa depan bangsa. Memang tak ada yang instan dan cepat untuk mencapai kualitas seorang pemimpin besar, karena hampir semua pemimpin besar dibesarkan oleh tantangan dan kondisi yang menempa mereka, sehingga bisa matang ketika kita membutuhkan mereka. 

Saya yakin ada Banyak pemimpin potensial yang ada di antara 250  juta penduduk indonesia, jika kita serius membenahi sistem kaderisasi pemimpin nasional, karena kita tak ingin  terus berkubang pada masalah krisis kepemimpinan, mestinya para elit politik, akademisi, aktivis harus memikirkan masalah ini bersama serta memberi peluang para calaon pemimpin potensial untuk bisa tampil dan tidak mensyaratkan kemampuan finansial, tapi kemampuanleadership yang memadai untuk memimpin bangsa kedepan, sehingga nantinya bukan menghasilkan pemimpin yang Cuma loyal pada kepentingan golongan, partai, tapi pada kepentingan bangsa dan rakyat secara keseluruhan, itu pekerjaan rumah kita semua. 

Semoga

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Sekarang dan Kepemimpinan ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari August 10, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Sekarang dan Kepemimpinan Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email