August 01, 2012

Kekerasan dan Identitas

Buku ini sepertinya menarik, begitu kataku, ketika pertama kali melihat buku terpajang di dalam toko  buku seorang teman,  dengan sampul yang bergambar seorang pesakitan yang sedang di eksekusi, dengan meletakan badannya di atas paku panjang yang di tancapkan dari bawah papan, kemudian di tindis dengan yang papan serupa dari atas oleh seorang algojo. Saya hanya bisa menerka-nerka tentang makna dari gambar sampul buku tersebut, ketika dihubungkan dengan judulnya, bagi saya, itu cukup pantastis dan provokatif, itu yang tergambar di kepalaku sewaktu  melihatnya pertama kali.

Kemudian aku benar-benar membelinya,  walalupun dengan resiko kekurangan dana jatah makan, maklum sebagai mahasisiwa kere, itu bisa menguras dana talangan dari donator,  mau diapa lagi, sudah penarasaran duluan, jadi tak apalah aku membelinya daripada penasaran yang terus menghantui, karena keingintahuan   yang cukup besar pada saat .

Kekerasan dan ilusi tentang identitas adalah judul buku  terjemahan dari buku berbahasa inggris, dengan judul asli Identity and violence : The illusion of Destiny karya Amartya Sen, seorang ekonom  dari Trinity College Cambridge Inggris, seorang ekonom dengan wawasan yang sangat luas, dari  filsafat, ekonomi dan politik yang memang menjadi spesialisasinya, Ia juga seorang pemenang nobel di bidang ekonomi pada tahun 1998. Buku ini sendiri merupakan buku yang sudah bisa dikatakan sebagai buku  lawas, karena buku ini, terbit tahun 2007, dan di beri kata pengantar oleh Rektor universitas Indonesia (UI). Dalam bukunya tersebut dia memaparkan beberapa hal penting terkait dengan identitas, dari sudut pandang filsafat, politik dan ekonomi, kemudian akibat-akibat yang ditimbulkan dari salah pengertian tentang identitas, dan   hubungannya  kondisi dunia sekarang.

Apa menariknya mereview buku ini..?? mungkin ada yang bertanya seperti itu..!? identitas, ya identitas, kata yang sering kita dengar dan mungkin sudah berulang kali kita baca, dan kemungkinan juga kita  sudah memahami pengertiannya.  Tapi tak apalah. Kalaupun anda sudah paham , saya akan tetap melanjutkan, karena yang dibahas dalam buku ini, bukan hanya pengertianya, tetapi bagaimana kita mengunakan pemahaman kita tentang identitas, berpengaruh langsung pada cara kita berhubungan dengan orang atau kelompok yang ada  di sekitar kita.

Identitas sangat terkait dengan cara kita mengekpresikan dan memandang dunia, ia bagian yang tak bisa di pisahkan kehidupan  dari seorang manusia, kelompok atau sebuah komunitas, identitas bisa juga dikatakan ciri pembeda yang esensial dari yang  lain , yang dengannya kita bisa memahami dan bertindak  yang sejalan dengan pahaman kita tentangnya.

Dalam buku ini, Amartya Sen mencoba membongkar dengan analisa kritis atas berbagai mainstream teori sosial yang berbicara tentang masalah identitas, yang menurutnya salah kaprah, karena menggunakan cara pandang reduksionisme, dengan mengasumsikan objek yang di telaah sebagai sesuatu yang kaku, terpisah dan begitu adanya, seakan-akan itu sudah di takdirkan, tanpa suatu alternative  yang bisa di pilih atau cenderung menyederhanakan. setidaknya ada tiga point kritik Sen terhadap pemahaman identitas yang sudah menjadi mainntream dalam dunia sosial tersebut.

kritik pertama Sen, menyangkut pendirian teori benturan peradaban Samuel Huntington, yang berasumsi tentang adanya konfrontasi agama (hlm.16). Pandangan teori ini dibangun dengan mengasumsikan keterpisahan yang dominan dan kukuh. Pandangan ini di lihat oleh Sen sebagai bentuk reduksionis, karena mengabaikan dua hal, pertama, tingkat keberagaman internal dalam kategori-kategori  peradaban itu sendiri. Kedua, jangkauan serta pengaruh interaksi  baik secara intelektual maupun materil yang melintasi batas regional  dari apa yang di sebut sebagai peradaban.

Kritik kedua Sen, yang menyangkut reduksionisme tentang afiliasi  identitas tunggal. Ilusi tentang identitas tunggal sebenarnya jauh lebih memecah belah ketimbang beragamnya jenis-jenis klasifikasi yang mencirikan dunia tempat kita tinggal ini. Kelemahan mencolok kategori tunggal yang tanpa pilihan ini, sungguh berdampak pada melemahnya daya  dan jangkauan nalar social-politik kita. Ia menilai bahwa nilai kemanuasiaan kita di tantang secara kasar manakala keberagaman di antara kita di pampatkan kedalam suatu sistem kategorisasi tunggal yang semena-mena.

Kritik ketiga Sen, mengenai reduksionisme teori pilihan rasional (rational choice teory)  terutama yang di kembangkan oleh disiplin ilmu ekonomi. Sen menilai bahwa asumsi tentanng individu yang hanya memburu kepentingan dirinya telah terbukti di anggap sebagai sesuatu yang alamiah oleh banyak ekonom modern (hlm.29). pendirian teori tersebut di anggap telah masuk  kedalam perangkap pengabaian identitas melalui sebutan-sebutan “agen rasional”dan “mahluk ekonomi” (hlm.29).

Kritik Sen diatas, mungkin menemukan konteksnya di dunia dimana kita ada sekarang, ada beragam konflik dan perseteruan yang menyedihkan yang berbasis identitas, dimana  hubungan positif antara satu dengan yang lain sangat sulit menemukan  bentuk terbaiknya. karena peneguhan identitas masing-masing, yang seperti kata Sen, selalu melihat diri dengan  identitas tunggal, yang dianggapnya sebagai suatu ilusi.

Apa yang di kritik Sen tentang pemahaman identitas yang dianggapnya keliru itu, memang patut di apresiasi, bahwa dia ingin menjernihkan pahaman kita, karena dia menganggap bahwa dengan pandangan reduksionisme yang terapkan pada masalah identitas, akan cenderung untuk memecah belah dan menjauhkan satu sama antara setiap agama, kelompok, atau individu untuk bisa mnjalin hubungan baik, karena dengan adanya pahaman seperti itu, yang sekarang sudah menjadi maenstream, maka hubungan harmonis sangat sulit untuk diciptakan, karena sudah tertanamnya prasangka, yang semakin hari makin kuat.

Mungkin tidak ada salahnya, jika saya mengatakan bahwa buku ini, layak jadi bacaan kita, untuk melengkapi pahaman kita yang lain, pada subyek  yang sama, yang mungkin berbeda dengan apa yang ada dalam buku in.

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Kekerasan dan Identitas ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari August 01, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Kekerasan dan Identitas Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email