September 08, 2011

Memotret masa lalu dengan pikiran

Memotret pikiran. Terdengarnya absurd. Namun, itulah yang dilakukan Ted Serios, cenayang (paranormal) berkebangsaan Amerika. Tak pelak karya-karya thoughtography-nya yang tampil dalam lembaran film mengundang kontroversi. Yang lebih kontroversial lagi, kecuali mampu memotret benda yang masih ada, ia pun bisa 'memotret' benda-benda dari masa lalu.
Berita tentang kemampuannya itu menarik perhatian banyak peneliti, di antaranya Dr. Jule Eisenbud, lektor kepala jurusan psikiatri di University of Colorado Medical School. Tahun 1964, saat terbang menuju Chicago untuk sesi pertama penelitian itu, Eisenbud hampir merasa pasti akan menyaksikan akal-akalan seorang tukang sulap.
Untuk mengatasi siasat itu, Eisenbud menyediakan sendiri kamera dan filmnya. Bahkan Eisenbud sendiri yang menjepretkan kamera dengan lensa menghadap langsung ke wajah paranormal itu.
Di kamar sebuah hotel Ted Serios duduk, mengarahkan kamera polaroid tepat ke wajahnya. Beberapa detik kemudian lampu kilat berpendar menyambar wajahnya. Dr. Jule Eisenbud segera mengambil hasilnya. Ternyata, yang tampil di kertas foto bukan wajah Serios, namun bayang-bayang gedung. Foto itu oleh Serios, bellboy di Chicago itu disebut sebagai hasil kemampuannya melakukan fotografi pikiran atau thoughtograph.
Di sesi-sesi awal, Serios hanya perlu menatap kamera untuk berkonsentrasi. Namun, pada sesi berikutnya, Serios memegang sebuah alat yang diacungkannya di depan lensa sambil berkonsentrasi. Kadang alat yang disebutnya gismo itu berupa tabung kecil berdiameter 2,5 cm dari plastik hitam dengan satu ujung yang ditutup dengan selembar plastik selofan - biasanya untuk membungkus makanan di pasar swalayan. Sedangkan ujung lainnya dengan film hitam yang kemudian dilapisi selofan. Namun, kali lain ia cuma memakai gulungan secarik kertas.
"Selain membantu berkonsentrasi untuk memfokuskan kekuatan mental, gismo mencegah jari-jari saya menyentuh lensa dan mengaburkan gambar," aku Serios. Mungkinkah Serios merekayasa tulisan pada Slide?
Eisenbud terkesan dengan demonstrasi kekuatan paranormal yang ditunjukkan Ted Serios. Melalui pengamatan selama bertahun-tahun Eisenbud melaporkan, Ted menggunakan kekuatan psikokinesis. Hasil penelitiannya diterbitkan dalam buku yang berjudul The World of Ted Serios.
Untuk membuktikan kebenaran kemampuannya, Serios sampai menantang beberapa peneliti untuk datang sambil membawa gambar sasaran yang disembunyikan dalam amplop. Dengan kekuatan paranormal Serios yakin mampu mereproduksi gambar yang dimaksud dalam film polaroid.
Pada kali pertama Eisenbud menyaksikan kebolehan Serios di sebuah hotel di Chicago, ia membawa dua gambar kompleks gedung Kremlin, pusat pemerintahan di Moskow. Masing-masing gambar itu disimpan dalam sampul kertas manila yang dilapisi karton.
Saat itu Serios menghasilkan foto samar bangunan tinggi ramping, yang oleh beberapa orang saksi yang hadir segera dikenali sebagai Menara Air di Chicago - landmark yang mungkin akrab bagi Serios. Meski tidak tepat sasaran, Eisenbud sangat terkesan, karena beberapa gambar dan simbol dalam foto relevan dengan pikirannya saat itu.
Dua tahun kemudian, Eisenbud kebetulan menjumpai gambar kompleks gedung Kremlin dari sisi jalan yang lain. Pada gambar itu Menara Lonceng Ivan amat jelas, yang dalam salah satu foto sasaran yang dulu diujikan untuk Serios hanya tampak sebagian. Barulah ia sadar, ternyata Serios dulu tidak keliru sasaran, karena bangunan itu mirip benar dengan Menara Air di Chicago.
Namun, jalan Serios untuk mendapat pengakuan tak mudah dicapai. Tak sedikit yang menilai karya fotonya itu hanya tipuan. Serios dituduh menyembunyikan mikrofilm atau transparansi dalam gismo. Sampai-sampai Majalah Popular Photography mengirim tim peneliti yang terdiri atas seorang pesulap dan dua fotografer profesional yang juga mahir sulap-menyulap.
Sebaliknya, pendapat itu disanggah Eisenbud dan peneliti lain, yang yakin telah benar-benar memeriksa gismo milik Serios. Pemeriksaan menunjukkan, di dalam alat ituntidak ada peralatan sekecil apa pun. Serios pun tidak ketahuan menyisipkan sesuatu ke dalamnya sebelum pemotretan.
Sadar akan kemungkinan pemakaian mikrocip yang bisa dengan mudah disembunyikan, mereka mengantisipasi dengan menyusun aturan resmi eksperimen. Begitu Serios merasa "saat"-nya tiba, gismo baru diserahkan kepadanya. Selesai pemotretan, gismo segera diambil untuk diteliti. Jadi, benda itu berada di genggaman Serios paling lama 15 detik di saat pemotretan. Itu pun di bawah pengawasan amat ketat. Malah di beberapa pemotretan gambar tetap muncul meski gismo beserta kameranya dipegang orang lain, yang mengawasi dua benda itu sekaligus.
Dua peneliti parapsikologi terkenal dari Amerika Dr. J. G. Pratt dan Dr. Ian Stevenson, yang pernah melakukan tes pada Serios mengatakan, "Selama sekitar 800 kali percobaan, tak pernah sekali pun kami melihatnya berperilaku aneh dan mencurigakan, terutama saat memegang alat baik sebelum maupun setelah percobaan berlangsung."
Kenyataannya memang, Serios belum pernah tertangkap basah menggunakan transparansi atau mikrofilm secara tersembunyi. Apalagi, Dr. Eisenbud berargumen, foto-foto karya Serios menampakkan keanehan yang sekaligus mencoret kemungkinan adanya rekayasa.
Sebagai contoh, Mei 1965 Serios menghasilkan 11 versi foto yang berbeda dari sebuah toko. Dua lembar jelas menampilkan nama toko: "The Old Gold Store". Padahal nama toko itu ketika foto dibuat adalah "Old Wells fargo Express Office". Nama lamanya "Old Gold Store", dan diperkirakan penggantian nama terjadi paling tidak tujuh tahun sebelum foto Serios dibuat. Ketika diselidiki, tak ditemukan dokumentasi foto toko itu dengan nama lamanya.
Karena nampaknya Serios mampu memotret masa lampau Eisenbud dan beberapa peneliti rekannya merancang sesi percobaan pada 27 Mei 1967 di Denver Museum of Natural History. Dikelilingi oleh artefak paleolitikum dan neolitikum, diharapkan kekuatannya mampu menangkap gambar atas sesuatu yang terjadi ribuan tahun silam.
Serios yakin berhasil dan mulai membayangkan melihat orang yang sedang membuat api. Pemotretan segera dilakukan. Beberapa foto menampilkan gambar aneh, namun yang paling mengesankan adalah laki-laki dari zaman batu dalam posisi jongkok.
Namun, penelitian berikutnya menunjukkan, laki-laki dalam gambar Serios diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Malah, menurut pendapat beberapa fotografer dan insinyur fotogrametrik profesional, cetakan paranormal itu tidak mungkin dihasilkan hanya dari sebuah mikrotransparansi.
Segera setelah sesi itu, kekuatan paranormal Serios memudar. Dalam setahun - meski ia tetap mau bekerja sama untuk diteliti, mengumpulkan hasilnya cuma foto-foto lembaran hitam atau putih tanpa gambar. Sebelumnya Serios sudah berkali-kali kehilangan kekuatannya. Yang paling lama, dua tahun dan terjadinya begitu saja, tanpa tanda-tanda atau peringatan terlebih dahulu.
Namun, bila lebih teliti, sebenarnya sudah ada peringatan sebelumnya. Hasil karya terakhirnya yang berupa gambar penuh di bawah pengawasan peneliti, terjadi pada Juni 1967 ... menunjukkan gambar sebuah tirai.
Hal ini membuat peneliti keheranan. Belum mereka mengetahui dengan cara bagaimana pengaruh kekuatan paranormal mampu bekerja untuk menghasilkan foto-foto yang mengagumkan itu, kini muncul pertanyaan baru, bagaimana kekuatan itu bisa hilang begitu saja?



Sumber : www.satulelaki.com

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Memotret masa lalu dengan pikiran ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 08, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Memotret masa lalu dengan pikiran Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email