September 25, 2011

Hari yang panjang (2)

Salam. pada setiap hari libur saya mencoba untuk melakukan hal-hal yang membuat saya rileks dan setelah menjalani rutunitas yang melelahkan, dan berharap apa yang kulalukuan sekarang bisa menjadi spirit untuk memulai aktivas esok hari. pada bagian pertama dari judul yang sama dengan tulisan ini saya memberinya judul hari yang panjang itu karena aku berharap bahwa aku bisa menikmati masa-masa senggang yang sementara aku jalani. hari panjang adalah harapan dan bukan makian terhadap waktu ataupun sebuah penyesalan tentang saat-saat yang dijalani.

pada bagian yang lalu pada saat menulis bagian pertama saya mencoba bermain-main dengan teki-teki waktu, walaupun maksud saya bermain itu bukan bermaksud untuk menjernihkan persoalan tersebut tetapi didorong oleh ketidakpahaman saya pada persoalan tersebut, karena bagi saya bahwa hanya dengan mendiskusikan dan menuliskan persoalan-persoalan teoritis praktis itu ia bisa dipahami sedikit-demi sedikit esensi sesuatu itu. karena hal tersebut bukanlah sesulit yang dibayangkan. saya selalu berharap dengan menulis, saya bisa mengperjelas alur pikiran dan kerangka logis yang ada pada diri.

Berbagai hal yang sering dihadapi oleh manusia dan selalu menyisakan kenangan-kenagan, baik buruknya selalu saja menyisakan sebentuk pertanyaan yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dan saya yakin itu pasti unik dan cenderung subyektif. persoalan subyektifitas selalu dianggap sangat tendensius pribadi atau egois, tapi tidak ada yang salah dalam hal tersebut karena subyektivitas merupakan aset yang baik untuk mencetuskan ide-ide orisinal yang terlepas dari kerangka mainstream umum, ini bukan berarti bahwa ide-ide suyektif ttidak mengandung unsur obyektif tetapi lebih sebagai pematangan ide sebelum ia berada dalam penilaian orang diluar diri kita.

ungkapan-ungkapan awal dari setiap ide-ide besar sebagian besarnya dan awalnya adalah ide yang subyektif sebelum bisa diterima oleh orang lain ya  karena itu tadi bahwa ide subyektif selalu ada unsur obyektifnya. 

Dalam hal ini tentang kerangka waktu yang digunakan oleh setiap orang yang mencoba memberikan defenisi tentang apa saja yang mereka alami dalam kehidupan mereka. einstein dan newton mengungkapan dan menjelaskan setiap atribut-atribut yang melingkupi esensi waktu dengan kerangka subyektif mereka masing-masing dan pada awalnya mereka dianggap sangat subyektif oleh orang-orang disekitar mereka dan bahkan ada mencoba membantah habis-habisan ide mereka sebelum bisa diterima dengan baik oleh orang sezamannya dan orang yang ada sekarang.

Hampir setiap orang mencoba melakukan sesuatu dengan penuh keyakinan agar apa yang mereka lakukan bisa diterima oleh orang lain, dan seharusnya memang begitu akan tetapi terkunkung oleh perasaan-perasaan ttersebut justru tidak akan melahirkan karya-karya yang mempuni karena dari awal sudah berpikir bahwa apa yang mereka lakukan tidak memberi peluang untuk bisa diterima. itu pikiran obyektif yang salah tempat dan sangat mmembebani dan melibas daya kreatif yang justru banyak lahir dari ide-ide  kreatif yang awalnya sangat subyektif dan cenderung bebas dalam hal tak peduli apakah nanti bisa diterima ataupun tidak. 

Mungkin karena kita terbiasa dengan keseragaman yang senantiasa mencecoki otak kita dari waktu kita lahir sampai tua, dimana lingkungan dimana kita berada dalam desain yang kaku dan hampir tidak memberi peluang untuk kita untuk bisa berbeda dari yang lain.....

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Hari yang panjang (2) ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 25, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Hari yang panjang (2) Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email