December 23, 2012

Ibu : Maafkan Aku

Kemarin hari ibu, ya hari ibu, mungkin semua tahu, tapi bagaimanakah kita harus merayakannya, atau memang tak perlu dirayakan, ya atau tidak kitalah yang lebih mengetahui alasan tepatnya, tak perlu berdebat hanya untuk itu, karena masing-masing punya hal untuknya. Saya tak tahu persisnya kapan hari ibu mulai di rayakan, sosok yang sangat berarti bagi seorang anak, keluarga dan pendidikan di rumah. Saya selalu berharap bahwa hari ibu, akan selalu menjadi waktu yang tepat untuk merenungi dan introspeksi diri bagi seorang anak untuk mengetahui, mengoreksi apakah dirinya telah menjadi bagian yang membanggakan bagi keluarga atau tidak. Saya juga tak terlalu yakin bahwa seorang ibu yang baik akan menutut hal banyak bagi anaknya, hanya karena telah berjasa banyak bagi anaknya, tetapi saya yakin mereka (Ibu) ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang berguna, berbakti, dan pantas mereka banggakan, khususnya dalam keluarga mereka.

Kita mungkin telah dewasa, terpisah dari keluarga besar (karena pekerjaan, pernikahan, sekolah, kuliah dll), yang memungkinkan jarak antara anak dan keluarganya terpisah dalam rentang geografi yang jauh, tetapi hal itu tak akan menghalangi bagi seorang anak yang baik untuk berbakti pada mereka (Ibu, Bapak), karena memang harus demikian, dan bagi saya itu suatu keharusan. Akan tetapi setiap orang punya cara yang berbeda untuk menunjukan bahwa ia anak yang berbakti. Secara umum bahwa berbakti adalah menjadi kebanggaan mereka (Hal Positif tentunya), jadi jika tidak, maka kita menjadi bagian dari anak-anak yang telah menyelewengkan harapan-harapan mereka (keluarga, Ibu, Bapak).

Saya pribadi dalam momen hari Ibu ini, hanya bisa mengatakan, Ibu : Maafkan Aku. Saya telah menjadi bagian dari anak-anak yang telah jauh dari apa yang engkau (Ibu) harapkan, sesuatu hal yang selalu saya sesali, dan terlalu sering  menyesali takdir, yang saya telah ciptakan sendiri. Apakah saya harus terus menyesali dan tak berbuat apa-apa untuk melepas belenggu tersebut, saya harus yakinkan diri bahwa itu tak perlu berlanjut, harus di mulai dari sekarang dengan kemampuan yang ada.

Jika hari ini saya masih di beri kesempatan untuk merenungi (Hari Ibu), maka jalan itu ada dan saya harus melakukan sesuatu, mungkin dengan menulis disini adalah salah satu cara untuk membangkitkan harapan-harapannya, setidaknya berusaha untuk jujur pada diri, bahwa harapannya adalah  bagian yang membahagiakan  dari seorang anak.

# Selamat Hari Ibu #

Sumber gambar disini, dan disini

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Ibu : Maafkan Aku ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari December 23, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Ibu : Maafkan Aku Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

2 comments:

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email