November 24, 2012

Orang awam bicara Grasi

O iya, saya mengatakan grasi, iya grasi, kata yang sekarang popular di banding tahun-tahun sebelumnya, mungkin belum ada president yang bisa mempopulerkan sebagaimana SBY mempopulerkan kata grasi, yang nota bene merupakan kata yang merujuk pada hak konstutional dan istimewa seorang president untuk memberikan potongan hukuman bagi seseorang terpidana dengan syarat tertentu, dengan maksud memberikan keringanan hukuman, yang didahului dengan permohonan dari terpidana tersebut. Ya, President memang punya hak-hak istimewa   yang tidak diberikan kepada orang awam/warga biasa seperti kita-kita ini, ya memang harusnya seperti itu, karena dia adalah kepala negara yang memimpin sebuah Negara dan bertanggung jawab atas sebuah wilayah territorial yang luas. Ya hak istimewa, special, khusus, tetapi bisakah kita menjamin bahwa hak-hak itu di pergunakan dengan sebaik dan selayaknya.

Merujuk pada kasus yang pemberian Grasi pada gembong narkoba asal negeri kangguru (Australia) Corby, terpidana mati yang membawa Narkoba jenis Ganja  seberat 4,2 kg, suatu ukuran yang oleh pengadilan tinggi layak di ganjar hukuman yang pantas, anehnya oleh president SBY, dia diberi grasi 5 tahun pemotongan hukuman penjara, yang berarti keringanan dari hukuman mati menjadi 20 tahun menjadi 15 tahun. aneh memang, di saat BNN dan kepolisian gencar-gencarnya mengungkap sindikat pengedaran narkotika internasionl, SBY dengan entengnya memberi grasi pada seorang terpidana narkoba. Masyarakat pasti bertanya apakah yang sedang di lakukan oleh SBY, adakah muatan plotis dari pemberian grasi tersebut, atau maksud pribadi yang  terselubung dari pemberian grasi tersebut.

Belum hilang ingatan public terhadap pemberian grasi pada Corby, SBY memberikan grasi lagi pada seorang gembong Narkoba Ola (Merika Franola),  yang dalam keterangan seorang kurir  narkoba yang membawa shabu seberat 775 gram. Kurir itu   menyebutkan bahwa Ola adalah otak dari penyelundupan  shabu yang di bawanya dari india ke Indonesia, yang ia kordinir dari dalam penjara,  semenjak ia jadi terpidana mati menjadi penjara seumur hidup. Maka muncullah prasangka yang di amini oleh beberapa pejabat dan petinggi sampai masyarakat awam, bahwa ada mafia narkoba yang menyelinap di sekitar para penegak hukum dan lingkungan president (orang dekat president).

Tentu saja soal pemberian grasi pada Ola, yang oleh orang dekat president mengatakan bahwa pemberian grasi di berikan dengan pertimbangan yang matang, dan atas dasar perinsip kemanusiaan dan keadilan, karena menurut orang dekat SBY, bahwa Ola di beri grasi, Karena ia bukanlah seorang bandar narkoba (gembong narkoba), tetapi hanya seorang kurir yang di manfaatkan oleh suaminya sendiri, jadi pemberian grasi pada Ola adalah sesuatu yang tepat. Orang dekat juga mengatakan bahwa ada banyak  orang yang mengajukan grasi, dan hanya sekitar 20 persen yang di kabulkan oleh president, yang artinya president memberikan grasi dengan alas an dan pertimbangan yang matang.  Akan tetapi pernyataan orang dekat president itu, kontradiksi dengan apa yang di dapatkan oleh BNN dan kepolisian, merujuk pada keterangan seorang saksi, bahwa selama ini  Ola lah yang menjadi otak  dari sindikat narkoba jaringan internasional tersebut. Itulah sampai-sampai banyak yang menilai bahwa apa yang di lakukan oleh president adalah sesuatu yang keliru, bahkan di anggap salah, dan sebagian yang lain  mengatakan,  bahwa grasi tiu harus di cabut.

Pernyataan orang dekat president (juru bicara presidet) mengatakan, bahwa pemberian grasi itu demi kemanusiaan dan keadilan. Tentunya kita pasti bingung kemanusiaan dan keadilan  seperti apa dan untuk siapa maksud dari pernyataan tersebut. Kita tahu bahwa narkoba adalah barang haram yang bisa mengubur generasi muda kedalam jurang kehancuran, yang artinya membahayakan masa depan bangsa.  Apa jenis keadilan dan kemanusiaan yang di pahami president adalah berbeda dengan perspektif/paradigma dengan apa yang di pahami oleh public, hal tersebut betul-betul merobek nurani, seorang pemimpin menyimpan bom waktu buat bangsa dan para generasi mudanya (masa depan bangsa).

Mudah-mudahan president mencabut grasi tersebut, dan tidak melakukan kesalahan untuk yang ketiga kalinya dalam hal pemberian grasi. Bagi saya pribadi, bahwa pemberian grasi tidak sepantasnya di berikan pada Bandar narkoba dan koruptor, banyak terpidana yang seharusnya diberikan grasi oleh president, jika ia memang ingin mempertimbangkan azas kemanusiaan dan keadilan dalam menggunakan hak istimewannya tersebut, seperti pemotongan hukuman bagi terpidana dari masyarakat awam yang menjalani hukuman, hanya karena desakan kehidupan yang tidak ramah bagi dirinya, sehingga harus mencuri dan mengambil hak orang lain, dan lain-lain yang sejenis.

Semoga..!!

Sumber gambar :
  • http://www.tribunnews.com/2012/10/16/demokrat-pemberian-grasi-presiden-harus-dihargai
  • http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/11/06/21558/kecaman-atas-grasi-sby-terbukti-gembong-narkoba-berulah-lagi

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Orang awam bicara Grasi ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari November 24, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Orang awam bicara Grasi Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

2 comments:

  1. Hadooh... negeri ini semakin mencekam saja. Benak saya jadi menduga2 adanya konspirasi besar :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal.
      Sepertinya begitu bro, banyak fakta yang mendukungnya dan itu sangat mudah untuk di lihat, dan sebagian di antara kita seperti berlagak seperti orang buta, seperti kalangan elit politik.
      Salam.

      Delete

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email