November 22, 2012

Kebutuhan kita akan komunitas

Saya pernah merasa sepi dan sendiri, karena secara tak sadar aku menjauh dari komunitas-komunitas yang pernah aku bernaung  dan belajar didalamnya. Aku sering mengenang masa-masa tersebut, yang membuatku rindu akan sebuah komunitas yang serupa.  Ada yang berbeda dengan diri ketika kita berada dalam sebuah komunitas, tentu saja sebuah perkumpulan yang memberi nuansa positif bagi jiwa dan pikiran kita untuk berkembang lebih baik lagi. Memang banyak hal-hal yang bisa kita rasakan meanfaatnya bergabung dalam komunitas-komunitas itu, selain pertemanan, keakraban, jaringan, serta wawasan/pengetahuan, juga sebagai  benteng moral dan etis dari prilaku yang  menyimpang/melanggar norma.

Kebutuhan berkumpul dan berserikat memang di jamin dalam undang-undang Negara RI, sebuah pengakuan yuridis Negara kepada warganya akan hak-hak dasar seorang warga akan kebutuhan berkumpul dan beserikat itu. Karena menjadi bagian yang asasi dari diri manusia, maka tentunya ada hal-hal yang baik yang bisa di dapatkan dari berkumpul dan berserikat, dan bahasa yang umum adalah berkomunitas. Memang banyak komunitas yang bisa kita temukan dan saksikan. Dari yang bersifat politik,  keagamaan, pendidkan/budaya, sampai yang ektrem tak beradab.  Karena bagaimanpun setiap manusia selalu ingin bersosialisasi diri sebagai bentuk aktuaslisasi dirinya, juga setiap orang ingin menemukan tempat yang kondusif bagi keinginan dan karakternya, untuk mememukan tempat yang cocok/layak yang bisa membuatnya berkembang dengan proses yang baik, tentunya di perlukan sebuah komunitas dimana kesamaan tujuan dan karakter, ideology menjadi keinginan bersama untuk mengarahkan pada suatu focus yang direncanakan bersama.

Tentunya, berjumpa dan berkumpul dengan orang-orang yang punya misi dan visi yang sama dengan kita, tentunya akan memberi kebahagian tersendiri pada diri kita, dengan adanya teman-teman yang bisa mengerti akan kebutuhan dan keinginan kita, dan itu lebih gampang di pahami bila kita dalam suatu komunitas yang sama, karena apa yang kita lakukan senantiasa berpedoman pada suatu aturan dan norma yang berlaku pada komunitas tersebut, sehingga jika kita bertindak sedikit saja, maka semua anggota komunitas bisa melihat apa yang kita lakukan, sehingga keinginan-keinginan kita lebih gampang terpahami/terakomodasi dan di carikan solusi bila itu adalah masalah, sehingga bentuk-bentuk ekspresi prilaku yang tak selayaknya bisa kita  hindarkan, ya karena seperti apa yang saya katakan sebagai benteng moral dan etis

Tentunya kita harus menyadari dari awal  tentang aturan-aturan dalam sebuah komunitas, bahwa   ia memang  rasional dan masuk akal sehingga kita bisa mengambil langkah jelas jika bertentangan dengan akal sehat,  karena  memang ada sebuah komunitas yang bisa  memasung kemampuan berpikir kita atau dogmatis, yang justru akan memunculkan ketidakharmonisan/ketidaknyamanan  dalam komunitas tersebut. Sehingga apa yang kita inginkan waktu memasuki komunitas tersebut menjadi  hilang begitu saja.

Kita juga mesti selektif bila kita ingin bergabung dengan sebuah komunitas, setidaknya kita  mengetahui karakter  komunitas itu,  dengan mencari info sebanyak-banyaknya tentang komunitas tersebut, dan tentunya kita selaraskan dengan keadaan dan kondisi kita sekarang, kalau status kita pelajar atau Mahasiswa maka carliah komunitas yang mungkin sejalan dengan status kita, baik komunitas didalam (intra) sekolah/kampus atau komunitas luar (antra) sekolah/kampus. Karena ketepatan memilih sebuah komunitas, bisa memberi efek jangka panjang dan memberi  dampak  yang signifikan bagi perkembangan jiwa dan  kepribadian kita (wawasan dan prilaku). 

Mungkin sejalan dengan apa yang saya alami, Saya selalu merindukan komunitas yang pernah saya ikuti/bergabung didalamnya. Banyak masa yang selalu saya kenang, tentunya cakrawala berpikir dan kpribadian saya berubah drastic setelah bergabung dengan komunitras-komunitas tersebut. Dan sekali lagi saya selalu merindukan komunitas itu, baik teman seperjuangan (sesama anggota komunitas)  atau iklim dalam komunitas tersebut.

Sumber gambar :
http://djepok.blogspot.com/2011/09/arti-komunitas.html
http://the-marketeers.com/archives/39-tiga-jenis-komunitas.html

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Kebutuhan kita akan komunitas ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari November 22, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Kebutuhan kita akan komunitas Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email