November 20, 2012

Hijrah dan Momentum perubahan.

Kalau mungkin ada yang bertanya pada saya,  sekarang bulan berapa tahun Hijriah,  saya dengan jujur akan mengatakan mengatakan saya tak tahu, ya memang saya tak persis urutan-urutan bulan dalam tahun Hijriah, mungkin juga sebagian yang lain sama seperti saya. Apa itu sebuah masalah, saya kira tidak, tetapi itu bisa menjadi cermin bagi diri kita tentang  bentuk kepedulian yang rendah terhadap agama yang kita anut, bahwa saya adalah tipe orang yang sebenarnya sangat cuek (ngak mau peduli) pada sebagian agama ini. Saya juga baru tahu bahwa bulan ini adalah bulan satu (Muharram) dalam tahun hijriah, yang artinya baru saja kita merayakan tahun baru Hijriah, itupun saya ketahui ketika ada teman yang menulis  status di dinding akun facebooknya mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, saya baru sadar bahwa tahun Hijriah mengalami pergantian Tahun. Hal yang aneh memang jika seorang muslim tidak tahu bulan-bulan di tahun  Hijriah, mungkin ada yang salah dengan diri. Apa itu sebuah kesalahan, kekurang perhatian, kecuekan, atau hilangnya kebanggaan pada sebagian dari agama ini, sangat mungkin ya..!!

Adalah beda jika ada yang tidak tahu tentang tahun masehi, pastinya akan di bilang bodoh, kolot,kampungan atau  mungkin tak pernah sekolah. Tapi bagaimana dengan orang2 yang tak tahu bulan-bulan  di tahun Hijriah, yang nota bene adalah tahun yang identik dengan Islam, mungkin ia hanya beralasan bahwa saya tidak tahu bulan-bulan bulan di tahun hijriah, karena tahun hijriah tidak di gunakan secara global atau di Negara kita. sebuah alasan klise dan mengada-gada

Sebagaimana kita tahu (khususnya Muslim), bahwa tahun baru Hijrian  adalah tonggak perjalanan Nabi dalam menyebarkan Islam secara luas (dari Mekah ke Medinah), ia sebentuk taktik dan strategi bagaimana ia memahami lingkungan dan kondisi mekkah pada saat itu, ia memerintahkan terlebih dahulu sebagian besar sahabatnya untuk meninggalkan Mekkah lebih dahulu (Hijrah sahabat) untuk mencari tempat yang lebih kondusif untuk menyebarkn islam, di mana situasi makin hari makin memburuk di Mekkah (kondisi dakwah), Rasullah berharap bahwa sahabat-sahabatnya  tidak dikejar-kejar sampai kenegeri orang, karena dirinya masih ada di Mekkah, juga dengan harapan bahwa sahabatnya bisa membentuk komunitas dimana mereka hijrah, sebagai persiapan  ketika ia sampai di sana nantinya ketika hijrah juga,  dapat membentuk komunitas yang lebih solid dan kuat karena dia tak harus membangun dari awal. Dan harapan-harapan tersebut memang menjadi kenyataan nantinya  di Madinah.  

Kronologi tahun hijriah bisa di bilang suatu fase yang sangat sulit buat Rasullah dan sahabatnya di Mekkah, dimana tekanan dari suku Quraisy sudah begitu keras, pasca meninggalnya Pamannya (Abu Thalib) serta Istri beliau (Khadijah). Sebuah tekanan yang sudah di ambang toleransi, dengan banyaknya sahabat beliau yang di siksa dan di paksa untuk keluar dari agama hanif itu, yang serta merta  mengistruksikan sahabatnya untuk hijrah duluan kemudian beliau menyusul. Sehingga sahabatnya tak mendapat gangguan ditengah jalan, karena beliau tak ikut bersama.

Hal terpenting juga dalam peristiwa hijrah (tonggak penetapan tahun pertama hijriah), adalah tampilnya sosok pemuda cerdas dan berani, Ali bin Abu Thalib, menggantikan posisi beliau pada saat beliau meninggalkan rumahnya, dan Ali RA tidur di tempat tidur Rasullah, sehingga para pengepung rumah Rasullah masih menyangka bahwa Rasullah masih ada di rumahnya. Dan yang lebih penting lagi adalah mukjizat yang berikan Allah pada Rasullah ketika beliau keluar dari rumahnya menuju Goa hira, dimana para pengepung yang ingin membunuh beliau di butakan dan tidurkan oleh Allah SWT, sehingga pada saat Rasullah lewat, mereka (para pengepung) tak melihat beliau  menuju goa Hira. Ketika Para pengepung itu tersadar (algojo Quraisy) dan bangun, Rasullah sudah beranjak ke Goa Hira. Para Pengepung tersebut mengejar hingga mencapai goa Hira, dan mereka sedikit curiga, bahwa jangan-jangan mereka (Rasullah SAW dan Abu Bakar RA) bersembunyi di goa tersebut, kala itu Abu Bakar RA (Sahabat dan Mertua Rasullah), mendengar pembicaraan para Algojo tersebut, ia kemudian takut dan gemetaran, Rasullah menenangkannya dan dengan penuh keyakinan berkata Kepada Abu Bakar  RA, Bahwa Allah bersama kita,  Seketika Abu Bakar RA menjadi sangat yakin dan ketakutannya menghilang dengan seketika.  Para pengejar (Algojo Quraisy), setiba di gua hira dan sebagiannya curiga, kalau Rasullah dan sahabatnya ada didalam gua, tetapi kemudian ia berdebat dengan temannya sendiri, bahwa mana mungkin ada orang didalam gua ini,  sedangkan sarang laba-laba ini masih utuh, juga pohon palem yang tumbang akan menghalangi orang masuk ke dalam goa, tentunya sarang laba-laba dan pohon palem itu akan di singkirkan lebih dahulu sebelum masuk ke goa, dan tanda-tanda itu tidak ada, dan para pengejar yakin bahwa yang mereka buru tak ada di gowa itu, mungkin mereka sudah langsung ke Yastrib (Madinah sekarang).

Tahun baru hijriah (Hijrah) adalah tonggak sejarah  bagaimana nabi membangun masyarakat Islam, yang di dalamnya segala keperluan bagi sebuah komunitas di tancapkan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pondasi, sebuah cikal bakal Negara modern dengan segala aturan dan konsesus  yang mengikat semua golongan, baik muslim dan non Muslim, orang sekarang menyebutkan sebagai kontrak social (Piagam Madinah). Sebagian ahli sejarah berbeda pendapat tentang apa yang di lakukan Rasullah di Madinah, apakah nabi sudah menetapkan sebuah bentuk  negara atau tidak, yang yang jelas perangkat-perangkat yang di butuhkan negara seperti yang kita kenal sebagai Nation State, sudah ada pada saat nabi membangun masyarakat Islam Madinah, yang kelak menjadi sebuah imperium besar Islam yang membentang dari Asia Tenggara, Afrika sampai ke Eropa.

Melihat bahwa kaum muslim butuh momentum untuk melakukan perubahan, maka Tahun baru hijriah kali ini adalah saatnya, dan mencermati apa yang Rasullah lakukan maka ada beberapa pelajaran penting yang  bisa kita ambil.
  1. Nabi melakukan hijrah demi untuk menjaga dan membesarkan islam, sebuah tanggung jawab yang perlu di pegang teguh bagi umatnya dengan penuh keyakinan, bahwa menjaga dan mendakwahkan islam merupakan sebuah kewajiban yang harus di pikul oleh semua umat islam sesuai kadar kemampuan dan kesangguopan yang mereka miliki.
  2. Peran pemuda sangat besar untuk memajukan dan mendorong terbenetuknya peradaban dan kejayaan Islam, dibutuhkan sebuah keberanian yanh didasarkan pada keyakinan bahwa apa yang di alakukan adalah demi menegakkan Islam di Muka Bumi, meskipun nyawa menjadi taruhannya, seperti semangat untuk  yang di perlihatkan Ali Bin Abu Thalib RA.
  3. Dalam perjalanan menuju Madinah, Nabi  memperlihatkan bagaimana bentuk leadership agung, dimana seharusnya seorang pemimpin bertindak  pada bawahannya  dan memperlakukan mereka sebaik-baiknya,  mengerti apa yang di inginkan oleh orang yang di bawahnya, sehingga seorang pemimpin mendengar apa saja yang mereka sampaikan, menolak dengan cara yang bijak, bermusyarah untuk memgambil keputusan, pada suatu persoalan yang memang bersifat publik dan keperluan semua.
  4. Hijrah (hijriah ) bisa di maknai secara luas, ia bisa berarti bahwa  setiap muslim berhijrah dari kebodohan ke berpengetahuan luas, dari cuek pada agama menjadi peduli, dari bermalasan-malasan menuju kerja keras. Memang tak ada yang mnudah, jika kita melakukan sesuatu dengan keyakina yang tinggi karena ingin mendapat Ridho Allah Maka tak akan ada yang sia-sia, Allah tak akan mentelantarka hambanya yang berbuat kebaikan.
Itulah sekelumit pengetahuan yang saya coba maknai dari peristiwa hijrahnya Rasullah SAW, sebuah momen sejarah yang akan selalu dikenang oleh setiap muslim, sebuah kekayaan historis, yang tak akan ada habisnya untuk di telaah, sebuah mata air kebajikan dan kebijaksanaan, yang harus di gali oleh generasi sekarang dan dimasa yang akan datang, demi membumikan ajaran Islam menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam ( Rahmatan Lil Alamin).

Wallahu Wa’alam Bissawab

Sumber gambar :
  • http://www.nasehatislam.com/?p=249
  • http://www.konsultasisyariah.com/hukum-mengucapkan-selamat-tahun-baru-hijriah/
  • http://salmanitb.com/2010/12/hijrah-menjadi-hamba-allah/

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Hijrah dan Momentum perubahan. ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari November 20, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Hijrah dan Momentum perubahan. Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email