October 09, 2012

Ketika kesadaran itu menyentak

Kesadaran kita akan sesuatu, terkadang tak kita sangka/rencanakan datangnya, seakan tak kita sadari sepenuhnya  dan tau-tau  kita sudah berbuat seperti yang di inginkan dari kesadaran itu.  Mungkin apa yang saya alami, sering juga  di alami oleh orang lain, yang seakan membuat kita tersentak dan menyadari sepenuhnya bahwa apa yang kita lakukan, seakan  mengalaminya  sebelumnya, ketika kita mendengar atau melihat sebuah kejadian, seakan kita baru mengalaminya dengan cara berbeda, seperti mengalami dejavu kesadaran, dimana tiba-tiba saja kita seakan mempunyai kesadaran puncak untuk melakukan dan berbuat sesuatu, yang saat sebelumnya tak hadir dalam diri kita.

Saya pribadi menyebutnya sebagai peningkatan pemahaman kesadaran yang seakan lahir kembali dalam suasana yang tak sepenuhnya kita rencanakan, walaupun sebelumnya kita sudah mengetahuinya, dan mungkin saja tertimbun dalam ruang bawah sadar kita, dan memerlukan waktu untuk muncul ketika menemukan tempat yang pas untuk hadir dalam pemahaman kesadaran kita, yang telah terkubur  oleh banyaknya kejadian dan peristiwa yang kita alami.

Seperti yang saya alami tadi siang, ketika saya merasa sangat berat untuk melakukan ibadah dan bahkan sangat malas, seorang teman yang ingin melaksanakan shalat, setengah bercanda, mengatakan kepada saya yang baru bangun darin tidur siang, karena pada malamnya begadang, weih sholat eih atau saya sholatkan, walaupun pernyataan seperti ini sangat sering di sampaikan di mesjid atau di forum dalam suasana serius, sebagai upaya untuk mengingatkan para audienns untuk melakukan kewajibanya sebagai seorang muslim, tetapi saya terkadang tak terlalu menghiraukan dan sering menganggapnya sebagai angin lalu. Hal yang aneh ketika seorang teman hanya menyampaikan dalam keadaan bercanda, tapi pesan dalam candaannya begitu merasuk kedalam jiwa dan langsung memaknai apa yang di sampainkannnya, saya dengan serta merta bangun mandi,  dan setelah itu melaksanakan sholat, tanpa menunggu teman berkata dua kali.

Proses menerima kebenaran oleh setiap orang terkadang memang mirip mukjizat, tapi kalu kita renungkan lebih dalam, tetapi tak sepenuhnya  begitu, karena pada hakekatnya, bila kita berusaha untuk membuka diri dan pikiran kita untuk  menerima setiap kebenaran  dan kebijaksanaan  dari  apapun yang kita dengar dan saksikan, maka proses seperti akan sering muncul tanpa kita sadari/rencanakan. Misalnya kesadaran kita tentang perlunya menembuhkan sikap welas asih kepada sesama, pada jangka waktu yang lama, mungkin kita abai dengan kesadaran seperti itu, tetapi tanpa diduga kesadaran itu muncu dalam diri kita, mungkin ketika orang menyampaikan kepada kita dengan bercanda, ataupun melihat kejadian yang mengugah, kesadaran itu seakan lahir kembali, yang mungkin mendorong kita untuk melakukan sesuatu yang real  untuk membantu sesama.

Saya berpikir, bahwa kesadaran seperti itu mungkin berulang kali kita rasakan, tetapi kita mungkin sering abai bila kesadaran mendalam itu muncul dalam  diri kita, tetapi ada suatu masa di mana kita tak mampu membendungnya, sehingga kita akan terdorong untuk berusaha merealisasikannya. Bagi saya memang kita harus membuka mata dan pikiran kita untuk menerima hal-hal seperti itu, karena saat itulah Tuhan berbicara langsung dengan kita, untuk membangkitkan  kekuatan yang ada dalam diri kita.

Sumber gambar :

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Ketika kesadaran itu menyentak ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari October 09, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Ketika kesadaran itu menyentak Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email