September 04, 2012

Blogilicious, harapan, kreativitas dan Wawasan.

Acara bloglicious 7 kota di Maros telah berakhir  2 hari yang lalu, tepatnya hari ahad.  Saya sebagai salah satu peserta ikut merasakan bagaimana atmosfir/suasana acara workshop/seminar tersebut,   yang bertajuk #Creativeblog. Dari tema workshop/seminar itu kita dengan mudah menebak bahwa yang dibahas dalam acara tersebut pasti tentang blog dan lebih jauh lagi tentang bagaimana menjadi blogger yang #Creative.

Acara ini sungguh meriah, sebagaimana yang pernah saya ceritakan di postingan saya sebelum ini. Kemeriahan itu bisa di lihat dari banyaknya peserta yang mengikuti acara ini, dari informasi yang valid dari panitia pelaksana,
target peserta yang ingin di capai sekitar 200 peserta, akan tetapi peserta yang mendaftar melebihi perkiraan sebelumnya, bahkan dalam sambutan CTO Idblognetwork Kukuh TW, menyatakan, bahwa pesertanya adalah yang terbesar selama penyelengaraan acara bloglicious, yang mulai di adakan pada tahun 2011.

Melihat antusiasme warga maros dan sekitarnya dalam partsipasi di acara ini, saya menduga bahwa itu  pertanda baik, khususnya di kalangan remaja untuk memanfaatkan internet sebagai tempat melakukan hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat . Selama ini kita hanya sering mendengar tentang penggunaan internet porsi besarnya hanya sebagai tempat untuk bercurhat ria, khususnya melalui Jejaring sosial (Facebook, Twitter dll). Kemudian mungkin ada yang bertanya, memang apa yang dilakukan dengan ngeblog, sebagian orang kan  curhat juga di blognya.?? Terus terang saya orangnya juga suka curhat, tapi saya lebih suka curhat di blog di banding di jejaring social, ada beberapa  kelebihan curhat di blog dibanding di jejaring sosial, antara lain,
  • Jumlah karakter yang bisa di tuliskan, sebenarnya beberapa jejaring sosial sudah memperbaiki fiturnya yang membatasi jumlah karakter yang bisa di tuliskan, hanya twitter yang bertahan dengan 140 karakternya, akan tetapi sistem navigasi yang di terapkan pada jejaring sosial tidak memungkinkan untuk berlama-lama untuk membaca di jejaring sosial. Coba kita lihat Facebook, semua bercampur tanpa kategori yang jelas, kadang disela-sela status teman kita.
  • Di blog, kita bisa menjadikannya lebih personal, dalam arti sesuai dengan karakter kita. Kita bisa  memilih beragam template/tema/tampilan blog yang sesuai dengan kpribadian yang dimiliki sehingga kita bisa menulis kata-kata yang  lebih baik dengan nyaman, karena lingkungan blog lebih kondusif dan lebih sesai dengan suasan hati. Coba liat di jejaring sosial,  akun satu dengan yang lain sama saja, tidak  ada perbedaan. Tak ada ciri yang khas yang bisa di tampilkan di jejaring sosial, di akun kita masing-masing. kita juga bisa  merasa lebih nyaman, untuk menuangkan unek-unek kita. 
  • Dengan curhat di blog, dengan karakter yang  tidak dibatasi, seakan kita di paksa untuk menuangkan setiap apapun yang ingin kita utarakan, sekaligus memberi motivasi pada kita untuk menciptakan kata-kata yang teratur, terstruktur. Kita juga tidak asal tulis karena tak ada yang membatasi kita untuk tergesa-gesa menulis ide-ide kita.
  • Orang mungkin sudah mahfum bahwa media social adalah ruang public, kita juga tahu bahwa ruang public merupakan tempat kita berinteraksi tentang hal-hal yan biasa-biasa saja. Dan jarang seseorang mau mengekplorasi masalah dengan detail, untuk mencari pemecahan/solusinya, Hal seperti itu lebih banyak di lakukan di blog di banding dengan  jejaring sosial.
Sebuah perbandingan relatif dari point-point diatas, hanya sekedar menyampaikan sejauh yang saya yakini. Karena tak bisa dibantah, jejaring sosial punya andil yang cukup banyak dalam memperkenalkan internet keberbagai lapisan masyarakat, dari segala umur, sehingga seseorang bisa saja memanfaatkan jejaring, seperti layaknya orang  yang memiliki blog, mungkin karena  sudah merasa memiliki keakraban dengan jejaring sosial favoritnya, itu tergantung kita, memanfaatkan fasilitas yang ada. Di internet kita bisa melakukan dan berbuat apa saja sesuai keinginan kita, yang perlu kita tahu sebenarnya adalah bahwa kita sadar dengan apa yang sedang kita kerjakan.

Karena keinginan dan harapan tak pernah menyela.
Sepulang dari acara bloglicious, saya istirahat sebentar setelah sholat, saya langsung buka facebook, sekedar mengecek  akun, sambil melihat-lihat status teman-teman, kemudian membuka group-group yang saya ikuti, dan tak lupa membuka Goup Komunitas blogger Maros (KBM). Di sana Saya membaca status seorang anggota group tersebut, yang juga salah satu peserta acara Blogilicious#Creativeblog di Maros. Dalam statusnya dia mengungkapkan, bahwa ia sangat senang dengan acara tersebut, ada kemeriahan, keramahan Panitia, pelayanan yang baik.  Tetapi dia juga menyampaikan bahwa apa yang ia dapatkan di sana tidak sesuai dengan harapannya dalam materi-materi yang di sampaikan para pembicara, dalam benaknya bahwa dia akan belajar tentang cara membuat blog step by Step.

Menurut dia, bahwa bukan Cuma  dirinya yang mengalami, merasakan hal serupa, banyak temannya yang juga mengeluhkan hal sama, dan mereka enggan, juga mungkin malu untuk menyampaikannya pada panitia, mungkin mereka berpikiran bahwa apalah gunanya untuk menyampaikan unek-unek iitu, toh mungkin tak akan di perhatikan. Secara pribadi saya juga sepakat bahwa, Bagi yang  sama sekali belum mengenal blog, sebagian besar materi yang di sampaikan di acara tersebut hanya efektif bagi peserta yang sudah mengenal blog terlebih dahulu sebelum ke acara tersebut.

Coba kita bayangkan, ketika kita tak tahu sama sekali tentang blog, lalu di sodorkan tentang materi SEO, Etika Blogging, Blog Moneytize, Bogprenuer, Security blog dan Desain Template ..??  Bagi saya itu adalah materi sangat menarik,  dan pasti  menambah wawasan serta memberi motivasi tersendiri dalam segala aktivitas yang berhubungan dengan dunia blog, dengan materi-materi itu pula,  dapat memacu ketekunan, kesabaran dan melejitkan daya kreatif.

Tapi itulah kita, selalu ada celah untuk bagi kekurangan, selalu ada lubang bagi ketidaksempurnaan. Tapi setidaknya kita juga perlu mengevaluasi setiap apa yang kita lakukan, dengan menerima kritik dan saran yang membangun, karena apa yang dilakukan, tak mungkin memuaskan setiap pihak, ada beragam keinginan, ada setumpuk harapan yang selalu berbeda dari setiap kita, itulah kita, manusia, tempatnya khilaf dan salah, kekurangan dan ketaksempurnaan, dan dengan itulah kita mengetahui bahwa kita sejatinya Manusia.

Sumber Foto dan inspirasi : 

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Blogilicious, harapan, kreativitas dan Wawasan. ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 04, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Blogilicious, harapan, kreativitas dan Wawasan. Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

2 comments:

  1. Wah wah sangat menarik sekali yach acaranya somoga hal ini bisa berulang dimaros

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam.
      Memang acara yang menarik dan mencerahkan bang, siapa saja asti ingin acara seperti ini terulang.
      Thank's Bang atas kunjungannya..

      Delete

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email