September 18, 2011

Quantum Teaching: Mengoptimalkan Potensi Diri

Manusia ternyata rata-rata hanya menggunakan 8% kemampuan otaknya. Sedangkan orang jenius menggunakan 11% kapasitasnya. Demikianlah pernyataan Dr. Komarrudin Hidayat, seorang intelektual muda Islam, pada diskusi buku "Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas", yang diselenggarakan oleh Penerbit Mizan dan Yayasan Paramadina, Jum'at (21/7) di hotel Regent. Salah satu metode belajar yang dapat meningkatkan potensi diri tersebut adalah Quantum Teaching.

Pembicara pertama Haidar Bagir MA mengungkap sekilas Quantum Teaching sebagai sebuah metode belajar untuk memaksimalkan kemampuan otak. Agar belajar mencapai hasil yang maksimal ada beberapa faktor yang mempengaruhi: rincian di sekitar tempat belajar, cara belajar yang sebaiknya disesuaikan dengan cara otak kita bekerja dan faktor emosi. Rincian yang dimaksud misalnya : ruangan belajar yang paling tepat untuk belajar adalah berwarna salem (oranye yang agak merah-muda). Sedangkan musik yang paling tepat untuk mendukung proses belajar adalah musik Baroque, seperti Vivaldi atau Handel. Musik tersebut berdasarkan penelitan ternyata memiliki ketukan yang sama permenitnya dengan detak jantung orang yang sedang rilek. Dengan begitu musik menjaga kita tetap rilek sehingga dapat menerima pelajaran dengan lebih baik dan menyenangkan.

Sedangkan Psikolog Dra. Pamugari Widyastuti melontarkan beberapa pertanyaan seputar metode belajar ini. Diawali dengan menyoroti judul buku yang seakan-akan membatasi tempat belajar hanya di ruang kelas dan hanya ada murid dan guru. Selain itu juga ia mempertanyakan kesiapan budaya kita untuk menerima metode belajar yang 'meriah' ini. Sikap mental masyarakat kitapun sedikitnya akan memberi hambatan untuk menerima metode ini.


Sementara Nurcholish Madjid pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa manusia yang mampu menggunakan semua potensi otaknya akan menjadi nabi. Selain itu juga ungkapnya, Allah tidak mamberi batasan terhadap ilmu.


Mencari ilmu memang wajib bagi setiap orang. Itu berarti metode belajar yang paling efektif harus terus digali. Tidak ada ruginya metode belajar seperti ini dicoba penerapannya. Mungkin seruan Jack Canfield, penulis Chicken Soup for the Soul, perlu disimak : "Untuk guru-guru yang telah kehilangan idelaisme, gairah, cinta mengajar yang pernah mereka miliki, saya menganjurkan Quantum Teaching. Buku ini akan mengobarkan kembali api dalam diri Anda".


Berdasarkan 18 tahun pengalaman dan penelitian lebih 25.000 siswa - plus sinergi ratusan guru dari segala penjuru dunia - Quantum Teaching adalah orkestrasi belajar...dengan meriah ...dan dengan segala nuansa.


By : Anonim

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Quantum Teaching: Mengoptimalkan Potensi Diri ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 18, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Quantum Teaching: Mengoptimalkan Potensi Diri Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

2 comments:

  1. mank bener ea kita jarang menggunakan kemampuan otak kita, saya pernah dengar dari salah orang dosen saya bahwa kalau diadakan pelelangan otak maka otak orang Indonesialah yang paling mahal karena jarang sekali dipakai.

    ReplyDelete
  2. @Andi Asmawati
    Ya begitulah, keadaan danbudaya kita tinggal sekarang, jadi seorang yang sudah menyadari bahwa banyak disekitar kita yang tidak berjalan semestinya seharusnya tidak ikut larut di dalamnya. jadi istilahnya membentuk budaya atau tradisi tandingan sesuai dengan idelisasi kita, saya kra itu perlu dipertimbangakan oleh siapapun.

    ReplyDelete

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email