September 15, 2011

Hari yang panjang (1)

Ah sungguh hari terlalu panjang untuk dilewati, sebab burung-burungpun serasa enggan untuk berkicau, mengapa bisa, karena hari terasa sangat panas dan aku tinggal dikota yang panas, Makassar, Makassar terasa lebih gersang dan tandus yang semakin hari disesaki oleh beton-beton angkuh dan dengan hawa panas yang menerpanya seakan-akan merobak kulit yang memang sudah tersengat. 

waktu terasa panjang memang sering dirasakan oleh semua orang bila sedang menunggu ataupun dalam kondisi tidak bisa menikmati suasana di sekitarnya, bisa jadi karena sakit, malas, bete ataupun sedang sakit hati serta dililit utang dan adalagi satu, lagi bokek alias tidak punya uang.


Teka-teki waktu memang bukan hanya dirasakan oleh orang awam dalam artian hanya punya defenisi konvesional tentang waktu seperti apaadanya, tetapi teka-teki ini menjadi perhatian serius para ilmuan dan mereka berusaha untuk memecahkannya, maka lahirlah konsep waktu absolut  yang dicetuskan oleh Isac Newton, jangan dikira itu om aku, bukan itu nama ilmuan kesohor dari inggris dan bisa dibilang nabinya sains modern. 

konsep waktu kedua disebut konsep waktu relative. dalam setiap pandangan yang ada selalu menyisakan ruang pertanyaan yang selalu muncul, karena begitulah hakekat ilmu pengetahuan, selalu menyempurnakan teori yang ada, karena harus diketahui pula bahwa teori hadir melalui serangkaian expperimen empiris dengan mengumpulkan data-data yang relevan kemudian digeneralisasi dengan melihat serangkaian kejadian yang sama dalam perkauan kondisi yang sama dengan fenomena yang lain.


Orang sering berkelakar tentang sebuah teori atau kata teori tersebut, mereka dengn enteng mengatakan bahwa ah itu cuma teori, tahukah kita bahwa teorihadir untuk menjelaskan kejadian atau fenoena disekitar kita melalui penjelasan atau explanasi yang jelas berdasarkan variabel-variabel yang jelas sehingga manusia bisa memahami dunia sekitarnya sehingga keterasingan bisa dihilangkan dan kita dapat memastikan keputusan yang diambil dan ditetapkan tidak mengandung resiko yang merugikan. demikian pula kata teori dalam bidang-bidang keilmuan yang lain dalam rangkaian pengetahuan yang makin hari makin terintegrasi dengan bidang pengetahuan yang lain, sehingga sangat riskan ketika seseorang hanya punya kemampuan terbatas pada bidang keilmunnya,. misalnya seorang guru hanya bisa menguasai pengetahuan tentang cara mengajar dan menyampaikan  pengetahuan pada anak didiknya tapi miskin pengetahuan tentang psikologi yang punya keterkaitan erat dengan bidang pengajaran.

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Hari yang panjang (1) ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 15, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Hari yang panjang (1) Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email