November 29, 2012

Cinta yang Accessable

Belum lagi kalau kita berbicara tentang metoda cinta Muhammad SAW, prinsip dan karakter cintanya, moral dan etika cintanya. Biasanya orang yang dicintai merasa aman terhadap dan dari   pihak yang mencintai.

Tapi, Muhammad SAW memilih rasa tidak aman. Muhammad SAW memilih merasa bersalah dan rasa kurang mengabdi terus menerus. Muhammad SAW dijamin oleh cinta Allah, dipastikan surganya, dilindungi dan diridhai, tetapi ekspressi dan perilaku utama Muhammad  SAW adalah istighfar: senantiasa meletakkan diri sebagai hamba yang penuh dosa sehingga seakan-akan satu-satunya 'profesi'nya adalah memohon ampun kepada-Nya.

Lantas, agar tidak berkepanjangan, apa makna 'segitiga' dari pesta cinta itu?

Kita ambil satu saja: bahwa cinta kita kepada Muhammad SAW sangat accessable terhadap cinta Allah kepada kita. Sedemikian cintanya Allah kepada Muhammad SAW, maka kenyataan kita mencintai Muhammad SAW atau tidak sangat menjadi bahan pertimbangan bagi Allah dalam menyikapi kita, termasuk dalam mempertimbangkan permintaan kita kepada-Nya. Kalau kita bersujud kemudian menadahkan tangan kepada-Nya, tanpa menyertakan bukti cinta kepada Muhammad SAW, seakan-akan Allah lantas mengacuhkan kita dan berkata: 'Kau bersikap acuh tak acuh kepada kekasih-Ku, bagaimana mungkin engkau mengharapkan perhatian-Ku atasmu?"

Oleh karena itu tak ada orang Islam berdoa tanpa mendahuluinya dengan shalawat kepada Muhammad saww. Di sinilah cinta segitiga terjadi. Orang Islam bukan dan dilarang berdoa kepada Muhammad SAW, tetapi shalawat kepada Muhammad SAW ibarat kunci pembuka kemurahan hati Allah. Dan itu logis dalam mekanisme cinta.
Apalagi, dalam Shalawat, Allah adalah perintis, pelopor dan komandan. Kalau Allah menyuruh kita melakukan shalat, Ia sendiri tak perlu shalat. Ia menyuruh kita naik haji, Ia sendiri tidak lantas mencontohi naik haji. Tapi Ia menyuruh para Malaikat dan kita semua bershalawat kepada Muhammad SAW, dengan terlebih dahulu Ia sendiri melakukannya, meneladaninya, mempeloporinya.

Jadi Allah pun juga bershalawat kepada Muhammad SAW. Begitu pula dengan Malaikat-Nya. Rasulullah pun sangat mencintai kita, ummatnya. Maka bagi orang-orang yang bershalawat kepada Muhammad SAW, orang-orang yang rajin menyatakan dan membuktikan cinta kepada kekasih-Nya, Allah akan memberikan rahmat-Nya, memudahkan hidupnya, menenteramkan hatinya, mengamankan keluarganya, memperluas rejekinya, serta menjanjikan akan mudah jalan   sorganya melalui syafaat Rasulullah saw. Sayafaat Rasul itu ibarat surat rekomendasi Muhammad SAW untuk kebahagiaan akhirat kita yang Allah tidak bisa tidak menerimanya.

Tentu saja shalawat yang dimaksud di sini bukan sekedar 'membaca shalawat', bukan sekedar menyanyikan shalawat, melainkan mewujudkan segala ajaran Muhammad SAW di dalam praktik nyata kehidupan kita. Kalau hanya menyanyikan shalawat namun tidak mewujudkan ajaran Muhammad SAW, berarti kita dalah pengkhianat cinta. Nggak bisa dong kita bilang 'I love you' tanpa memenuhi hak-hak pihak yang kita cintai.

Cinta segitiga ini, memunculkan ketentraman dan keikhlasan dalam bekerja. Bayangkan bila orientasi kerja dan berbagai aktivitas kita, hanya sekedar berdimensi duniawi, maka ia hanya memperoleh dunia. Namun, bila semua itu diorientasikan dalam kecintaan kita pada Rasulullah  SAW dan dalam rangka kepatuhan dan ketundukan kita pada Allah, maka ia akan dapat dua: kenikmatan duniawi dan ukhrawi.

Ada banyak cara mengekspresikan kecintaan kita pada Rasulullah SAW. Misalnya, ketika dalam keadaan bahaya, kita disunnahkan untuk membaca Shalawat Nabi. 

Bukankah dalam Shalawat maknanya justru mendoakan Nabi? Mengapa dalam keadaan demikian kita tidak berdoa untuk diri kita sendiri saja?
Begitulah cinta yang memantul.

By : Prayudi

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Cinta yang Accessable ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari November 29, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Cinta yang Accessable Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email