December 29, 2011

Korupsi dan masa depan bangsa.

Kita sadari bersama bahwa Negara kita dibangun diatas penderitaan dan perjuangan para pahlawan dan pendahulu kita, yang berjuang  tanpa pamrih untuk menjadikan Negara kita eksis dan hadir di bumi pertiwi, sehingga  menjadi kewajiban para penerus bangsa untuk mempertahankannya dan menjadikannya Negara/bangsa yang kuat dan sejajar serta tidak terdikte oleh bangsa lain, sehingga bisa memakmurkan dan memberikan kesejahteraan, keamanan, kedamaian bagi warga dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Semangat kebangsaan kita semakin hari kian memudar/luntur dan malah bisa jadi akan hilang sama sekali, karena anak bangsa mulai acuh dan tak peduli dengan cita-cita besar dan mulia para founding Father bangsa ini, agak riskan sebenarnya, dimana semua bangsa-bangsa  didunia saling berlomba untuk menjadikan bangsa mereka menjadi bangsa yang kuat, baik secara ekonomi, politik, teknologi/pengetahuan, akan tetapi kita selalu berkutat pada masalah yang tak kunjung selesai, dan cenderung melemahkan bangsa kita sendiri, seperti korupsi akut, birokrasi yang berbelit-belit, lemahnya kepemimpinan nasional, subsidi yang membebani, sampai Konflik Sara dan persoalan disintegritas bangsa, sehingga seringkali menimbulkan rasa frustasi dan pesimis  para idealis dan orang yang peduli akan nasib bangsa ini.
Penyakit akut yang diderita oleh bangsa ini yang sering di liput besaran-besaran oleh media dan sangat potensial menghancurkan masa depan bangsa adalah korupsi yang merajalela disetiap sector/bidang/departemen/instansi  potensial serta penyakit akut  lain seperti  birokrasi yang berbelit-belit dan lemahnya independensi pemimpin bangsa dalam menghadapi tekanan ketika berhadapan dengan Negara besar, sehingga acapkali mengikuti tanpa sikap kritis para Negara adikuasa, yang memaksakan kepentingannya pada Negara kita, melalui lembaga keuangan seperti  IMF atau melalui korporasi besar, seperti yang terjadi pada kontrak lahan minyak blok Ceppu yang dimenangkan oleh Eksson Mobil, perusahaan tambang minyak dari Amerika Serikat, dimana Pertamina sendiri sudah menyanggupinya untuk mengelolahnya dan mampu melakukan eksplorasi dengan sumber daya manusia Indonesia yang  ada.
Saya sangat tertarik dengan sebuah laporan VOA Indonesia, tertanggal 12 Desember 2011, yang bertajuk  Perlu Peta Jalan untuk Atasi Korupsi diIndonesia, sebuah laporan/ uraian yang menarik tentang penyakit korupsi yang akut yang melanda indonesia, yang memuat  dan menyoroti tentang  Sikap Presiden dinilai  masih lemah dan tidak punya keberanian politik, termasuk dalam pemberantasan korupsi dan Ada aktor-aktor penting di republik ini yang bisa memberikan kontribusi untuk menyelamatkan bangsa ini dari korupsi, presiden, pimpinan parpol, pimpinan DPR, pimpinan KPK, pimpinan peradilan apakah itu MK atau Mahkamah Agung, kalau dari tokoh-tokoh ini duduk bersama menyusun satu  roadmap  diawasi oleh perguruan tinggi, media maupun masyarakat sipil, LSM, ini bisa mengatasi keadaan, dan dalam laporan tersebut disebutkan juga bahwa mestinya DPR harus mengoreksi diri terkait dngan beberapa anggota DPR  yang terkait dengan kasus korupsi, sehingga proses pemberantasan korupsi bisa berjalan dalam rel/koridor yang benar jelas.
Beberapa minggu yang lalu DPR telah memilih pimpinan KPK, sehingga besar harapan publik akan keberanian/komitmen pimpinan KPK tersebut untuk mengusut tuntas kasus  besar korupsi yang melibatkan pejabat tinggi Negara, dimana nyali dan komitmen pada kebenaran merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh jajaran pmpinan KPK tersebut, dan KPK harus menjalin hubungan harmonis dengan lembaga negara  yang lain  agar  bisa memudahkan untuk mengusut tuntas para pelaku korupsi sampai di pengadilan, lembaga KPK merupakan harapan yang besar untuk memberantas korupsi akut dan mengerikan di Negara ini, dimana budaya korupsi merupakan budaya status quo yang masih menghinggapi sebagian pejabat Negara, yang turun temurun di wariskan pada setiap periode di setiap rezim yang berkuasa, yang menggurita pada kekuasaan rezi orde baru.
Tentunya kita harus sadar bahwa korupsi adalah sebuah  common enemy yang harus diberantas sampai keakar-akarnya, tak ada alasan yang bisa kita ajukan untuk memberi toleransi pada penyakit yang satu ini, mestinya tercipta sebuah kesadaran bersama, bahwa ia adalaha wabah yang bisa menghancurkan bangsa, sehingga setiap elemen bangsa harus bahu membahu untuk memerangi setiap prilaku korup yang membahayakan nasib anak cucu kita, karena jatah mereka telah diambil dengan keji oleh segelintir orang yang tak punya nilai kemanausiaan dan mendewaakan hasrat pada materi yang nyaris  tanpa batas.
Dalam menyusun sebuah roadmap/peta jalan untuk memberantas korupsi, kemudian memberikan solusi/obat yang tepat, kira kita perlu menganalisa sebab-sebab timbulnya korupsi dan kemudian menyajikan sebuah obat mujarab yang bisa kita yakini sebagai solusi ampuh dalam melenyapkan, setidaknya mengurangi presentase korupsi Negara kita, karena kita mesti tahu bahwa korupsi adalah akibat, dan ada sebab yang berperan langsung dan tidak langsung dalam menumbuhkan dan menyebarkan prilaku korup pada orang yang punya akses yang besar pada kekuasaan.
Korupsi adalah perampasan, pencurian hak dan penyalahgunaan jabatan/wewenang yang dilakukan oleh perorangan atau secara massif oleh orang-orang yang punya akses pada kekuasaan, saya akan mencoba menyajikan sebuah mitos yang membuat prilaku korupsi merajalela dan bertambah besar, sehingga dengan pemahaman tersebut, kita bisa mengambil sikap dan tindakan yang tepat, tentu saja butuh kerjasama dan keinginan serta kesadaran yang kuat oleh semua pihak.
§  Barang siapa yang hidup jujur pasti hancur, sebuah ungkapan yang membuat kita ngeri, betapa tidak, kejujuran dan idealisme di tengah para pembual adalah bentuk yang bisa merugikan karir dan jabatan, karena ada saja orang-orang yang merasa terancam dengan kejujuran, dan bahkan seing dianggap sebagai penghambat atau orang yang tidak kebagian jatah, sehingga dia membocorkan tindak tanduk para komplotannya, kejujuran memang merupakan barang aneh dan langka ditengah para korup dan para penjilat, sehingga sebagian dari para pejabat dan orang yang punya akses pada kekuasaan lebih memilih untuk mencari aman.
§  Korupsi itu seni, mengapa, karena orang korupsi membutuhkan strategi dan skill bermain cantik dan harus punya talenta khusus, yang di perlukan terutama untuk  keperluan lobi-lobi atau pendekatan pada otoritas hukum dan terlebih lagi dalam seni dalam  menjaga kerahasiaan, maka kita tak perlu heran jika korupsi terjadi berjamaah yang melibatkan sindikasi rahasia, apa jadinya jika korupsi sudah disebut seni maka kejujuran sudah pasti di anggap tidak nyeni, tidak indah, monoton, alias membosankan.
§  Korupsi adalah simbol kecerdasan, prinsipnya bahwa tindak korupsi membutuhkan kecerdasan tingkat tinggi, karena harus mampu membaca celah-celah hukum, karena pada kenyataannya koruptor kelas kakap adalah orang-orang cerdas yang tidak tersentuh  jeratan hukum.
§  Aji mumpung, mitos ini umumnya berlaku bagi siapapun yang sedang mengenggam kekuasaan, terutama pejabat, mitos ini didorong oleh kekhawatiran yang berlebihan akan hilangnya kekuasaan, karena jabatan adalah kesempatan dan kita membutuhkan investasi yang banyak untuk mendudukinya, dan target minimalnya biasanya kembali modal dulu, kalau tidak bisa untung, dan mitos ini juga berlaku karena memandang jabatan itu bukan amanah  yang membutuhkan tanggung jawab di hari kemudian.
§  Salah satu juga yang menyuburkan prilaku korup dan orang tidak jera-jera dalam melakukan tindak  korupsi karena hukuman bagi para perilaku korupsi yang ringan, yang menyebabkan  mereka yang akan korupsi tidak merasa takut apalagi ngeri, karena sebagaimana yang sering kita lihat di berbagai media, para koruptor seakan pindah rumah saja bila sudah di hukum, dengan berbagai fasilitas yang di miliki di dalam penjara, siapa yang takut korupsi jika yang dipertontonkan seperti itu.
Lalu bagaimana kita bisa memberantas korupsi bila mitos speprti itu masih bertahan dan menjadi paradigma para pejabat dan pemegang kekuasaan  dinegara kita masih seperti itu. Point-point berikut kiranya dapat dipertimbangkan :
§  Harus ada kesadaran bersama dan kemauan yang kuat dari setiap elemen yang terkait untuk memberantas korupsi, mestinya korupsi dijadikan penyakit dan wabah yang ganas yang bisa menghilangkan dan menghancurkan generasi dan bangsa kita, sehingga tercipta wacana bahwa korupsi adalah public enemy, dan tentunya harus dimulai dari  presiden, para menterinya, para  Jaksa, pimpinan parpol, DPR, MK, MA, para Hakim, kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum.
§  Setiap negara yang terbebas dari korupsi, selalu memiliki pemimpin yang kuat dan tegas, apakah perdana menteri atau presiden, karena pemimpin  yang lemah selalu menjadi titik kehancuran sebuah negara.  Setiap tipikal pemimpin vsioner selalu mampu memotivasi oang-orang dibawahnya untuk berbuat dan bertindak seperti apa yang dia ingin dan disukai oleh masyarakatnya.
§  Dalam mengatasi korupsi dibutuhkan sebuah lembaga khusus yang menanggani persoalan korupsi yang di bentuk berdasarkan undang-undang sehingga wewenangnya kuat sekaligus bisa mempertahankan indefendensinya, setelah itu dipilih orang-orang yang akan duduk didalam lembaga tersebut adalah orang-orang yang tidak diragukan integritasnya dan loyalitasnya pada kebenaran dan kemaslahatan umum.
§  Korupsi dinegara kita sudah sangat sistematis, maka dibutuhkan sebuah kerjasama dan harmonisasi antar setiap lembaga negara yang terkait, KPK, Kepolisian, BPK, Jaksa, Hakim dan diawasi oleh LSM dan para civitasa kademika, dan masyarakat uumum.
§  Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan, sangat pas jika di sejajarkan dengan pelanggaran HAM berat, pelanggaran HAM berat bisa di identifikasi sebagai tindakan yang yang di lakukan oleh seorang pemimpin atau organisasi yang mengorganisir  tindakan pembantaian dan pembunuhan massal (Genosida), korupsi pun seperti itu dan bahkan lebih parah lagi, karena dia membunuh dengan perlahan-lahan, sehingga sebagian masyarakat kita mati terkapar karena tak mampu mencukupi kebutuhan pokok mereka, disebabkan oleh  dana dan anggaran yang seharusnya mereka terima, diambil dan dimakan sendirian oleh para koruptor. Sehingga sangat beralasan jika para koruptor tersebut di hukum dengan hukuman yang paling berat, kalau tidak bisa pancung karena negara kita tidak mengijinkan hal tersebut, cukuplah penjara seumur hidup dan tidak ada remisi dan grasi untuk para koruptor, dan tak ada hak istimewa bagi koruptor yang masuk dalam penjara setelah mereka di vonis, kecuali hak untuk hidup.
Sebuah harapan yang besar dan bukan Cuma kita yang hidup sekaang , tetapi generasi kita yang akan datang, ingin negara kita bebas dari salah satu public enemy tersebut, karena sebagian besar dari masyarakat kita berharap bahwa Indonesia menjadi negara yang kuat dan sejajar dengan bangsa lain, tentunya setelah kita  bisa menagatasi persoalan internal kita, dan kita semua yakin bahwa kita kan sampai sebuah pengharapan besar bahwa kita memang bangsa yang kuat dan besar, jika kita semua berkehendak dan berkeinginan kuat  untuk mewujudkannya.

Sumber gambar 1 : www.tanbihun.com
Sumber gambar 2 : www.waspada.co.id

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Korupsi dan masa depan bangsa. ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari December 29, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Korupsi dan masa depan bangsa. Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

14 comments:

  1. korupsi di beberapa negara di anggap sebagai kejahatan luar biasa, karena pada umumnya korupsi itu mengambil hak rakyat, dan membunuh rakyat secara perlahan. jadi korupsi perlu ditindak dengan hukuman yang berat pula, karena jika tidak akan banyak para koruptor yang semakin sewenang wenang pada rakyat kecil..

    nice blog kawan..

    jangan lupa juga berkunjung di sini :
    http://ariefungu.blogspot.com/2011/12/merevisi-uud-1945-mengenai-kewenangan.html

    ReplyDelete
  2. semoga bangsa ini terbebas dari korupsi...

    ReplyDelete
  3. @Arief Soottaaa@
    salam.
    Korupsi sudah menjadi budaya, karena sekarang lagi trend korupsi berjamaah yang melibatkan sindikat rahasia, mudah-mudahan KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi bisa memberikan harapan cerah, dengan doa dan dukungan semua pihak..
    Salam.

    ReplyDelete
  4. follow sukses no.91 :) salam kenal
    ditunggu folbacknya ke andyonline.net

    ReplyDelete
  5. Ulasan tentang perilaku korupsi yang menarik Sob. Semoga dengan pergantian tahun ini resolusi kita akan tegasnya tindakan terhadap perilaku korupsi bisa terwujud..Nice post and happy blogging

    ReplyDelete
  6. @Iskaruji dot com@
    salam.
    kita semua berharap akan hari esok negara kita terbebas dari korupsi, semoga penyakit yang satu ini bisa hilang, dan uang yang di jarah itu bisa di gunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat..
    Salam.

    ReplyDelete
  7. Rasa Nasionalisme sudah mulai pudar dikalangan anak bangsa,
    ya, karena Pemerintah kurang memperhatikan hal ini,
    dan hanya sibuk dengan hal2 politik,
    dan bahkan terbuai dalam kemewahan,
    moga Indonesia 2012 lebih baik dari sbelumnya...

    ReplyDelete
  8. @Zaenal@
    Salam.
    Tahun baru harapan baru, dan harus begitu, banyak kekurangan dan kelemahan di tahun lalu yang dilalukan oleh pemerintah, semoga ada perubahan signifikan di tahun ini,terutama yang harus jadi prioritas seperti pemberantasan korupsi, perbaikan ekonomi dan sederet masalah yang menanti untuk diselesaikan...semoga
    Salam.

    ReplyDelete
  9. Tahun Baru Harapan Baru Sikap Baru.Semoga Indonesia Jauh lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  10. @Bisnis Online Blog@
    Salam.
    Thank,s bro, semua orang beharap seperti itu, mudah-mudahan harapan kita akan indonesia yang lebih baik bisa tercapai, semoga para pemimpin bangsa kita menyadari akan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai pemegang amanah rakyat.
    Salam.

    ReplyDelete
  11. Sungguh mengenaskan nasib bangsa ini. kita hanya bisa berusaha dengan baik dan kemudian berdoa.
    nice post :)
    http://rizhani.wordpress.com

    ReplyDelete
  12. @Kerudung cantik Rizhani@
    Salam.
    semua orang mestinya prihatin akan nasib bangsanya, harus ada bentuk kepedulian yang di berikan dan tak perlu pesimistis akan keadaan yang terjadi, sumbangsih terkecil pun akan berarti dan bermakna,minimal memberi pemahaman pada diri,dan lebih baik lagi bila kita mampu menularkan ada orang lain, seperti mempublis sebuah tulisan yang mengangkat tema tertentu di media cetak atau online..
    Salam.

    ReplyDelete
  13. keren artikelnya, menambah wawasan saya, jangan lupa kunjungi blog saya ya,
    harizaditya.blogspot.com

    ReplyDelete

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email