September 05, 2011

Krisis Ahlak Manusia dalam perspektif agama

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua, nikmat yang tak terhitung  jumlahnya, yang tak terbatas hanya pada kehidupan ini dari kita bangun sampai kita tidur kembali, dari hidup sampai mati kita nanti, sebuah nama yang diagungkan karena segala keagungan bermula karena segalanya adalah miliknya.
Shalawat dan salam kita haturkan atas bagi nabi kita Muhammad SAW, Nabi terakhir pembawa cahaya bagi umat manusia, obor penerang bagi kegelapan dan bagi alam semesta (Rahmatan Lilalamin). beserta para sahabat, keluarganya dan orang-orang  yang tetap istiqomah sertta konsisten dalam  menjalankan risalah Islam.
Cukup menarik pembahasan kita kali ini dan tentunya sangat luas bila dilihat dari berbagai sudut pandang atau perspektif. Karena topik  umumya adalah tentang krisis tentunya ketika berbicara tentang krisis, maka akan mencakup beberapa hal yang menyangkut krisis. Karena bila lita ingin mencoba mendefenisikan arti krisis maka ada beberapa hal yang menjadi point terpenting yang harus digaris bawahi antara lain: 1). Krisis berkaitan erat dengan perubahan 2). Kondisi ideal yang diharap. Karena luasnya topik tentang krisis maka kami membatasi hanya sekitar krisis ahlak, karena hamper segala lini kehidupan mengalami krisis dari ekonomi, politik, sosial bahkan krisis kepemimpinan dan panutan. 
Akhlaq sepadan dengan kata dalam bahasa Indonesia yaitu moral, dan setiap orang bisa mendefenisikan dengan cara yang berbeda walaupun dengan tujuan yang sama misalnya, Imam  Al-Gazali menyatakan bahwa “ Akhlaq ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatandengan mudah tidak memerlukan pertimbangan pikran terlebih dahulu”. Sedangkan  ibnu maskawih menyatakan bahwa “ akhlaq adalah keadaan jiwa seseorang  yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran lebih dahulu”. Lain lagi yang dikemukakan oleh pakar psikologi Indonesia Prof .Dr. Ahmad Amin ia  mendefenisikan  akhlaq itu adalah kehendak untuk melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan.Jadi sebenarnya yang disebut Ahlak adalah segala kebiasaan yang kita lakukan yang tertanam dalam alam bawah sadar kita, sehingga kita tak memerlukan pemikiran ketika kita ingin melakukan suatu tindakan yang berhubungan dengan  rutinitas.

Kita semestinya bertanya mengapa ada krisis ahlak, ketika kita  memperhatikan beragam defenisi yang disampaikan para ahli alam bidang ahlak sepertii yang telah saya sampaikan diatas. Kalau kita melihatnya sepintas akan defenisi tersebut tidak terkait dengan ahlak yang baik ataupun yang buruk karena hanya mendefenisikan akhlak dalam bentuk yang umum sebagai sebuah kebiasaan-kebiasaan manusia yang tidak menyangkut tentang baik dan buruk. Ketika berbicara tentang baik dan buruk maka ia menyangkut norma dan aturan, dan yang paling dekat dengan diri kita ketika menyangkut dengan norma atau aturan adalah agama, dan tentunya Islam yang dimaksud bukan yang lain. Islam dalam pengertian yang luas adalah Rahmatan lil Alamin dan dalam pengertian yang sempit adalah jalan kebenaran bagi setiap orang yang akan mengantar pada kebahagiaan. Jadi islam adalah prinsip sekaligus jalan kehidupan dan siapa yang berpaling berarti dia mengingkari fitrahnya. 

Ada beberapa hal yang bisa kita identifikasi sehingga kita bisa mengatakan bahwa kondisi kita secara umum mengalami krisis sehingga dan tanpa indikator tersebut kita akan sulit untuk mengatakan bahwa masyarakat kita sekarang ini mengalami krisis akhlak, tapi secara umum hampir setiap zaman mengalami krisis akhlak walaupun dalam bentuk yang berbeda, karena hampir disetiap zaman ditemukan krisis yang subtansi krisisnya sama saja dengan yang ada sekarang. Kita harus perjelas bahwa krisis terjadi karea adanya perubahan signifikan dari kondisi ideal. Kita nyatakan saja bahwa kondisi ideal adalah segala kondisi yang tunduk pada aturan normatif atau agama sekaligus kondisi yang tidak menyalahi fitrah manusia.dimana apa yang kita lakukan tidak ada satupun yang menyalahi aturan –aturan universal agama sekaligus fitrah kita sebagai manusia.
Ada beberapa krisis yang berhubungan dengan krisis ahlak yang bisa kita idetifikasi antara lain:
1). Adanya kecendrungan untuk hidup komsumtif dan bermewah-mewahan.
Prilaku ini tidak terlalu susah untuk dilihat dan seakan-akan sudah dianggap wajar, ketika ia sudah dianggap wajar maka ia bukan lagi beban untuk melakukannya. Ia sudah menjadi kebiasaan umum  dimasyarakat dan lama kelamaan ia akan menjadi norma tersendiri untuk membentuk pikiran dan perasaan kita, sehingga ia akan menjadi alat untuk menilai dan memandang  sesuatu yang sejenis. Example kebutuhan akan teknologi terutama Hand phone pada mulanya di adalah alat komunikasi kemudian karena adanya pergeseran nilai maka hand phone menjadi sebuah alat untuk sebuah citra dan prestise dan pa bila kita tidak menggunakan hp jenis terbaru maka akan dianggap sebagai jadul dan tidak modern bukan lagi sebagai fungsi awalnya sebagai alat komunikasi jadi seakan-akan tidak percaya diri lagi kalau kemana-mana  tidak memakai hp dengan merek terkenal. Contoh kedua adalah pakaian bisa kita lihat dalam trend modern, akan lebih jelas tentang trend berberbusana.tidak bisa dipungkiri bahwa trend berbusana sangat jauh dari nilai ideal, sebagaimana bahwa kita tahu bahwa pakaian yang bisa menutup aurat dan tidak menggambarkannya. Mungki kriteria yang pertama terpenuhi tapi yang kedua tidak. Mungkin semua bagian tubuh semua tertutupi tetapi karena kondisi busana yang dipengaruhi oleh trend tidak memberikannya, baik dari segi potongan ataupun ukurannya yang terlihat sangat sempit dan sangat menggambarkan aurat.
2). Adanya pengaburan antara yang nyata dan tidak nyata,  antara yang halal dan haram.
Sebenarnya pengaburan atau wilayah abu-abu seringkali di pelopori oleh media, industri hiburan dan industri media sebagai corong utama. Ada bintang iklan, aktris film dan seterusnya. Sebenarnya menkampanyekan budaya komsumtif dan pengaburan fakta-fakta sehingga kita menerimanya sebagai sesuatu yang wajar. Ada gosif dengan kedok infotaiment, pada hal itu disebut ghibah dalam islam yaitu membicarakan aib orang lain.

Melihat kondisi diatas maka kita dapat berkesimpulan bahwa penyebab krisis  seperti uraian diatas bisa ter jadi karena beberapa hal: 1). Ketidaktahuan kita akan prinsip-prinsip Islam yang mengatur tentang Ahlak. 2). Ketidakyakinan kita bahwa Islam bisa memberi solusi setiap problem dan permasalahan yang ter jadi. 3). Menempatkan Keyakinan keagamaan kita sebagai sesuatu yang bersifat pribadi, yang tidak mempunyai implikasi sosia.
Dalam firman Allah dalam surah Yasin : 46
" Sesungguhnya kami Telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat"
Dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “ Tidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak manusia” . sabda Rasullah tersebut sebagai indikasi yang jelas bahwa pentingnya pembinaan ahklak sebagai misi kenabian, dalam hal kita menjadi penyambung mengemban amanah dari misi kenabin tersebut. 
Islam seharusnya mewarnai segala aktivitas kseharian kita, manusia perlu agama dan dalam agamalah kita menemukan kebahagian abadi karena agamalah yang menyediakan perangkat-perankat penting bagi kita ketika berhubungan dengan sesama manusia, Alam dan Tentu saja dengan sang sang pencifta manusia Allah SWT. Akan sangat ironis bila kita percaya bahwa agama petunjuk bagi jalan kehidupan kita tapi tidak pernah mempelajari akses kepengetahuanjalan tersebut. Dalam agama islam ada dua petunjuk manual praktis yang harus diketahui dan pelajari untuk diikuti : 1). Al-Qur,an, adalah kalam ilahi yang berisi tentang ketauhidan, hukum, muamalah, akhlak, ilmu pengetahuan, sejarah, bahkan tentang politik 2).Hadist (sunnah), biasa diartikan segala bentuk perbuatan dan kebiasaan Rasullah, sebagaimana Aisya pernah ditanya tentang prilaku Rasullah maka ia menjawab dengan singkat bahwa Al-Quran, karena segala prilaku rasullah adalah manifestasi dari al-Quran secara utuh karena Rasullah yang memberikan petunjuk cara mengamalkan al-Qur,an.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan dapat dirinci sebagai berikut:
1). Bahwa agama adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan kehidupan manusia, mengabaikannya berarti menghalangkan jalan menuju kebahagiaan          sekaligus mengingkari fitrah kita.
2). Islam adalah agama yang sempurna, sehingga problem apapun yang muncul  Islam lah tempat kita kembali
3). Karena pengetahuan akan prinsip-prinsip keislaman sangat perlu, maka kita seharusnya memperdalam pengetahuan-pengetahuan tersebut, sehingga menjadi filter bagi pemahan asing  yang tidak sesuai dengan prinsip keIslaman.

By : Becks Ahmad

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Krisis Ahlak Manusia dalam perspektif agama ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 05, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Krisis Ahlak Manusia dalam perspektif agama Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email