September 22, 2011

Dialog Antar peradaban ?

Kita berada di awal abad ke 21 dan meninggalkan di belakang kita suatu abad yang penuh dengan ketidakadilan, kekerasan dan pertikaian. Telah saya katakan sebelumnya bahwa saya menghormati bangsa Amerika yang besar. Peradaban Amerika layak dihormati.

Ketika kita menghargai akar peradaban ini, nilai pentingnya bahkan lebih terlihat.  Peradaban Amerika mulai dibangun di New England dan secara perlahan menyebar ke seluruh Amerika. Dalam pertumbuhannya, peradaban ini sempat bertikai dengan beberapa gerakan jahat yang akhirnya melahirkan perbudakan. Namun, dalam perjalanannya, perbudakan ini dapat dihapuskan. banyak martir yang telah  memberikan nyawa mereka dalam perikaian ini. Yang paling terkenal adalah Abraham Lincoln, seorang presiden  Amerika berwatak kuat dan berpikiran moderat.


Penggambaran terbaik peradaban ini diberikan oleh ahli sosiologi Perancis terkenal, AlexiToquevelle. Dalam pandangan penulisnya, yang cukup berarti dalam peradaban ini adalah fakta behwa paham kebebasan memandang agama sebagai tempat bersandar bagi pertumbuhannya, dan agama memandang perlindungan bagi kebebsan  sebagai tugas sucinya.Karena itu, paham kebebasan dan keyakinan keagamaan tidak pernah berbenturan. Dan sebagaimana kita lihat, dan bahkan kini rakyat Amerika merupakan rakyat yang religius. Oleh sebeb itu pula, pendekatan Anglo-Amerika terhadap agama bersandar pada prinsip bahwa agama dan kebebsan adalah dua hal yang konsisten dan saling melengkapi. Saya percaya bahwa jika kemanusiaan mencari kebahagiaan, maka ia harus menggabungkan spiritualitas agama dengan keutamaan-keutamaan paham kebebasan.

 Dan karena inilah saya katakan bahwa saya manghormati bangsa Amerika karena peradaban besar mereka. Sikap hormat ini karena dua alasan: esensi dan tonggak-tonggak peradaba Anglo-Amerika dan dialog antara peradaban-peradaban. Anda mengetahui tentang warisan besar bangsa Iran dengan kejayaan peradaban peradaban dan budayanya. Peradaban Iran yang jaya ini sejalan dengan peradaban Yunani dan Kerajaan Romawi. Setelah kedatangan Islam, bangsa iran menyambutnya dengan sungguh-sungguh. Perpaduan antara kapasitas bangsa Iran dengan ajaran-ajaran Islam yang sublime merupakan keajaiban-keajaiban. Tanpabermaksud meniadakan kontribusi bangsa-bangsa lain, saya percaya bahwa peradaban abngsa Iran yang besar telah emmainkan peranan utama dalam mengembvangkan dan mempromosikan sistem Islami. Dalam dua abad terakhir, bangsa Iran telah berjuang untuk memantapkan kebebsasn, kemedekaan, dan pandangan hidup yang mulia. Pergerakan konstitusional terjadi Iran sekitar seabad yang lalu dengan perjuangan tanpa henti melawan kolonialisme. Pada akhirnya, Revolusi Iran telah memiliki dua arah

Pertama, sebuah interpretasi  tentang agama yang mengaitkan agama dengan paham kebebasan. Tentu saja, rentang waktu empat abad sejak awal peradaban Amerika telah membuahkan pengalaman manusia yang mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan yang sejahtera haruslah bersandar pada tiga tonggak: agama, kebebasan, dan keadilan. Tonggak-tonggak ini merupaka asset dan aspirasi Revolusi Islam dalam memasuki abad ke-21.

Mengenai dialog antara peradaban-peradaban, kami bermaksud memanfaatkanpencapaian-pencapaian dan pengalaman-pengalaman dari seluruh peradaban yang ada, Barat dan non-barat, dan melaksanakan dialog dengan mereka. Semain dekat tonggak-tongggak dan esensi dari dua peradaban, semakin mudah dialog antara mereka dapat terjadi. Dengan revolusi, kami sedang mengalami sebuah fase baru dalam rekonstruksi peradaban. kami merasa bahwa yang kami cari adalah apa yang oleh para pendiri peradaban Amerika juga ingin capai sekitar empat abad yang lalau. Inilah sebabnya mengapa kami meraakan kedekatan intelektual dengan esensi peradaban Amerika.

Kedua, ada persoalan kemerdekaan. Bangsa Amerika merupakan perintis perjuangan kemerdekaan, pelopor usaha-usaha untuk memantapkan kemerdekaan yang untuk sebaba itu mereka telah banyak berkorban. ini akhirnya menghasilkan Deklarasi Kemerdekaan yang meruakan sebuah dokumen penting tentang kejayaan dan hak-hak manusia.

Akhirnya, saya harus merujuk kepada perjuangan rakyat Iran selama dua abad terakhir yang berpuncak pada tuntutan akan kemerdekaan selama revolusi Islam yang dilontarkan oleh Imam Khomeini. Ketika Imam Khomeini melontarkan revolusi, Iran berada dalam kondisi yang parah. Dengan kata lain bangsa Iran telah lama berada dalam keadaan terhina dan nasibnya ditentukan oleh pihak-pihak lain. Anda mengetahui bahwa ciri yang luar biasa dari perjuangan Imam Khomeini adalah perjuangannya melawan sikap menyerah yang dipaksakan oleh Syah agar berlaku, sehingga memungkinkan para penasehat Amerika kebal terhadap prosekusi di Iran. Ini merupakan penghinaan terbesar terhadap rakyat kami. rakyat bangkit berjuang bagi kemerdekaan, dan tampil dengan kejayaan. Tentu saja, perang revolusi merupakan perang kata-kata dan bukan dengan senjata. Kami, karena itu berupaya untuk meraih sebuah pengalaman agma baru dan untuk mencapai kemerekaan. Kedua ciri ini sangat dipandang penting dalam peradaban Amerika dan kami merasa dekat dengan mereka.

Namun di sini saya harus menyatakan rasa prihatin akan sebuah tragedy yang telah terjadi. Sayangnya, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh para politisi Amerika di luar AS selama ini.

By : Anonim

Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Dialog Antar peradaban ? ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari September 22, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Dialog Antar peradaban ? Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email