August 29, 2011

Ilmu Membaca Buku

Segala puja dan puji hanya bagi Alloh semata, Pemilik segala Keindahan, pemilik segala Kelembutan, dan Maha Rohman Maha Rohim-Nya mendahului hampir semua Kalam-Nya.
Sebagian yang sudah kuperoleh dari-Nya, akan aku sampaikan pada kalian semua.
Diawali dengan Firman-Nya,
"Walau ana mafil ardhi min sajarotim aqlawawu wal bahru yamuduhu mimba'dihi sababtu abkurima nafidzat kalimatulloh innaloha azizun hakim"
"Seandainya seluruh pohon-pohon di bumi dijadikan pena dan tujuh samudra dijadikan tintanya, dan ditambah tujuh kali lipat lagi untuk menuliskan kalimat-kalimat Alloh, atau untuk menuliskan ilmu-ilmu Alloh, maka tidak akan selesai ilmu Alloh untuk ditulis, Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa dan Maha Bijaksana"
Alloh adalah Dzat Ilmu, ilmu-Nya meliputi langit dan Bumi,
Keutamaan ilmu mungkin tidak perlu aku sampaikan dalam tulisan yang sedikit ini.
Sudah sama-sama kita fahami, bahwa ilmu-ilmu Alloh sebagian kecil  sudah dituliskan oleh sebagian kecil orang yang ada di muka bumi.
Mengingat sebagai sarana penggalian ilmu adalah melalui catatan-catatan atau buku-buku itu, maka perlulah kiranya, diketahui tentang beberapa hal yang berpengaruh disekitarnya.
I.                    Maksud dan Tujuan dari si pengarang
II.                 Macam-macam isi dari Buku.
III.               Latar Belakang pengarang
IV.              Macam-macam kedalaman dari isi.

Kumulai bahasanku dengan mengungkap yang pertama.
I.                    Maksud dan Tujuan dari si pengarang.
Sebelum pengarang menulis suatu hal di dalam tulisannya, atau di dalam suatu buku, perlulah kita sadari berbagai maksud dan tujuan dari si pengarang.
Diantaranya adalah :
1.      Maksud dan Tujuan dalam hal Politik
Seandainya pengarang suatu buku memiliki maksud dan tujuan dalam hal politik.
Bisa untuk memasukkan suatu faham politik, suatu ideologi politik, dll.
Bisa juga untuk menyerang lawan-lawan politiknya
Bisa juga untuk meningkatkan performance pengarang di dalam kancah politik.
Contoh: Biografi Suharto.
2.      Maksud dan tujuan Pengarang dalam hal Ekonomi.
Seandainya Maksud dan Tujuan Pengarang menulis suatu buku dengan tujuan meningkatkan ekonomi dirinya atau tujuan Bisnis semata, atau tujuan Komersial.
Di sini, kadang impian-impian dari manusia menjadi satu ciri, menjadi satu hal yang secara halus maupun jelas dieksploitasi di dalam isi buku untuk menarik minat dari pembacanya.
Contoh: Beberapa buku Mujarobat.
3.      Maksud dan Tujuan Pengarang dalam hal Budaya.
Seandainya Maksud dan Tujuan Pengarang di dalam menulis suatu buku adalah dalam rangka memasukkan suatu kebudayaan pada pembacanya.
Entah itu memasukkan budaya Timur, Budaya Barat, Budaya Komunis, Budaya dll,dll,dll.
Hampir mirip dengan Maksud dan Tujuan Pengarang dalam hal Politik, maka dalam hal Budaya ini, pengarang mungkin juga memiliki maksud dan Tujuan untuk memasukkan suatu faham Budaya tertentu, yang kadang akan dilanjutkan dengan suatu tindakan yang real dalam memasyarakatkan budaya tersebut.
Contoh: Das Kapital karya Marxis.
4.  Maksud dan Tujuan Pengarang tidak terkonsentrasi karena menulis hanya disebabkan karena kesenangan belaka.
Di sini, biasanya, tidak ada maksud-maksud secara spesifik dari penulis tentang sesuatu, hanya karena penulis atau pengarang memiliki hobi atau kesenangan di dalam menulis, maka ditulislah satu buku.
Contoh: Beberapa cerita fiksi.
5.      Maksud dan Tujuan penulis Semata-mata ingin menyampaikan ilmu yang diketahuinya.
Di dalam buku yang penulis atau pengarangnya semata-mata menyampaikan ilmu yang diketahuinya ini, tidak ada suatu Maksud dan Tujuan tertentu sebagaimana hal di atas.
Tidak ada maksud untuk tujuan politik, tidak ada maksud di masalah Ekonomi, tidak ada maksud di masalah Budaya, tidak ada maksud hanya untuk kesenangan penulis belaka, melainkan karena terdorong untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya, maka penulis mengarang atau menulis suatu buku.
Contoh: Ihya Ulumudin karya Imam Ghozali.
6.      Maksud dan Tujuan penulis atau pengarang Buku adalah untuk Menyesatkan Logika.
Perlu dipahami, bahwa setiap buku yang kita baca, pastilah secara hukum alam, akan kita serap melalui otak, yang berarti isi dari buku itu kita serap berdasarkan logika kita.
Dan untuk buku-buku dengan tujuan menyesatkan logika ini, sangatlah berbahaya untuk dibaca bagi orang-orang yang logikanya kurang kuat.
Karena secara halus, tidak kita sadari, akan ada penyimpangan-penyimpangan di dalam logika kita nantinya setelah membaca buku ini.
Contoh: MADILOG karya Tan Malaka. Wedharan Wirid jilid III.



Ditulis Oleh : Ahmad Bakri

Artikel Ilmu Membaca Buku ini ditulis oleh Ahmad Bakri pada hari August 29, 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Ilmu Membaca Buku Dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk teman blogger yang sudah sudi berkomentar di Blog ini :)


Tinggal Jejak Di Sini atau di kotak Komentar..!!

KOMPAStekno

About Me

My photo

I am Learning a Long life

Jaringan Pertemanan

inet.detik

Follow by Email